tirto.id - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan Malang, Pasuruan, dan sekitarnya pada Kamis (4/12/2025) menyebabkan banjir di sejumlah titik. Update hari ini Jumat (5/12) banjir sudah mulai surut.
Kota Malang dan Pasuruan mengalami banjir di beberapa kawasan permukiman dan ruas jalan utama sehingga menimbulkan genangan cukup tinggi dan menyebabkan kemacetan lalu lintas.
Titik Banjir Jawa Timur di Malang, Pasuruan, & Update Hari Ini
Berikut update kondisi banjir hari ini, Jumat, 5 Desember 2025:
Malang
Banjir terjadi di kawasan permukiman warga Kota Malang tepatnya di Kelurahan Purwantoro yang berbatasan dengan Kelurahan Lowokwaru, Kelurahan Purwodadi, serta Kelurahan Blimbing.Salah satu lokasi terparah berada di Jalan Kedawung 1, Kelurahan Lowokwaru, dengan ketinggian air mencapai 150–160 sentimeter, sedangkan genangan di jalan raya sekitar 80 sentimeter.
"Kalau di jalan raya sekitar 80 sentimeter kalau di sini (Jalan Kedawung 1) sekitar 150-160 sentimeter. Saya cek juga ke Purwodadi, perahu karet saya kirimkan ke sana," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang Prayitno dikutip Antara (4/12).
Ia menambahkan bahwa pihaknya telah mengirimkan perahu karet ke wilayah Purwodadi untuk membantu proses evakuasi. Meski banjir hari ini mulai surut di beberapa titik, petugas gabungan tetap siaga untuk mengantisipasi kondisi yang dapat berubah sewaktu-waktu.
Pasuruan
Luapan Sungai Rejoso kembali memicu banjir di wilayah timur Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Kamis (4/12/2025) malam. Sebanyak delapan desa di Kecamatan Winongan tergenang air akibat sungai yang tidak mampu menampung derasnya aliran hujan dari wilayah hulu.Delapan desa yang terdampak banjir meliputi Winongan Kidul, Bandaran, Winongan Lor, Sruwi, Prodo, Lebak, Mendalan, dan Menyarik. Genangan air dengan ketinggian 10–50 sentimeter merendam jalan desa dan sebagian mulai memasuki rumah warga.
Kondisi terparah terjadi di Dusun Jetis, Desa Prodo, ketinggian air mencapai sekitar 110 sentimeter. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menjelaskan bahwa wilayah-wilayah tersebut berada dekat dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) Rejoso sehingga menjadi titik rawan saat debit air meningkat. Meluapnya sungai membuat air mengalir ke area permukiman dan memutus aktivitas warga.
“Pantauan sementara, Dusun Jetis, Desa Prodo yang paling parah. Airnya sudah lebih sudah mencapai 110 sentimeter,” terang Sugeng dikutip Kompas (4/12).
Untuk mengantisipasi kemungkinan adanya warga yang perlu dievakuasi, BPBD telah menyiapkan perahu dan menurunkan petugas ke lokasi banjir bersama relawan Tagana. Sugeng mengimbau warga agar tetap waspada mengingat potensi meningkatnya ketinggian air masih dapat terjadi apabila hujan kembali turun di wilayah hulu.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id






























