Menuju konten utama

Daftar Banjir Terparah di Indonesia pada Tahun 2025, Mana Saja?

Simak daftar banjir terparah yang terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2025, mana saja lokasinya?

Daftar Banjir Terparah di Indonesia pada Tahun 2025, Mana Saja?
Kondisi permukiman pascabanjir bandang terlihat dari Helikopter Caracal Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaja di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Rabu (3/12/2025). ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso/app/nz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Indonesia baru saja mengalami bencana hidrometeorologi dengan skala masif yang terjadi di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Sepanjang 2025, beberapa wilayah di Indonesia tercatat mengalami bencana banjir. Berikut adalah daftar banjir terparah di Indonesia pada 2025 dan lokasinya.

Tahun 2025 menjadi salah satu periode terberat bagi Indonesia dalam hal bencana banjir dan longsor. Berdasarkan data resmi BNPB, Indonesia telah mengalami 2.998 bencana hingga Desember 2025. Dari jumlah tersebut, 1.503 merupakan banjir, 218 tanah longsor, dan 645 merupakan cuaca ekstrem.

Selain menimbulkan kerugian fisik dan materi, rangkaian bencana di Indonesia juga menelan korban jiwa, luka-luka, hingga jutaan warga harus mengungsi dari lokasi asalnya. Ini diperparah dengan luasnya area tempat tinggal yang rusak hingga membuat banyak titik wilayah pengungsian di lokasi bencana.

Akibat bencana alam yang terjadi pada periode 1 Januari hingga 5 Desember 2025, BNPB mencatat sebanyak 1.269 warga meninggal dunia, 575 korban belum ditemukan, 3.455 luka-luka, dan sebanyak 9.720.849 orang harus mengungsi. Bencana juga membuat sebanyak 46.643 rumah rusak dan 1.182 fasilitas umum membutuhkan renovasi.

Daftar Banjir Terparah di Indonesia pada Tahun 2025

Tingginya angka bencana di Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya pemanasan global yang memicu naiknya intensitas hujan dalam waktu singkat. Banyak wilayah mengalami hujan ekstrem dalam hitungan hari, sehingga aliran air tidak mampu terserap sepenuhnya oleh tanah dan sungai.

Selain itu, adanya fenomena La Nina yang membawa curah hujan lebih tinggi dari normal. Suhu permukaan laut yang hangat juga meningkatkan pembentukan awan hujan di wilayah tropis seperti Indonesia.

Adanya faktor deforestasi, aktivitas tambang dan perubahan fungsi lahan, ikut diperhitungkan sebagai penyebab mengapa banjir berubah menjadi bencana masif yang bisa merenggut banyak nyawa.

Berikut adalah daftar banjir terparah di Indonesia pada tahun 2025:

Banjir di kota Bandar Lampung, Lampung (Februari 2025)

Pada 22 Februari 2025, kota Bandar Lampung mengalami banjir setelah mengalami hujan dengan intensitas tinggi sejak 2 hari terakhir. Tingginya curah hujan membuat beberapa titik mengalami banjir dan longsor hingga mengakibatkan 3 korban jiwa.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Provinsi Lampung menjelaskan bahwa banjir terjadi di 14 lokasi yang mengakibatkan 9.25 rumah terendam dan 30.395 jiwa terpaksa mengungsi.

Banjir di Jakarta dan Jabodetabek (Maret 2025)

3 Maret 2025, hujan deras menyebabkan banjir besar di Jakarta dan kota penyangga, yaitu Bekasi, Depok, Bogor, dan Tangerang. Sebanyak 9 orang dikabarkan tewas dan lebih dari 90.000 jiwa terpaksa mengungsi. Bencana ini merupakan banjir terburuh yang pernah melanda Jakarta dan sekitarnya sejak Banjir 2020.

Untuk mengurangi dampak, otoritas sempat melakukan upaya “cloud seeding” guna mengalihkan hujan berat dari wilayah terdampak. Namun dampak sosial seperti evakuasi, pengungsian, kerusakan properti tidak terelakkan.

Banjir di Bali dan Sekitarnya (September 2025)

Pada September 2025, hujan ekstrem dan arus air dari sungai/bukit menyebabkan banjir bandang di beberapa bagian Bali, termasuk kota Denpasar dan kawasan wisata.Curah hujan pada 9-10 September tersebut tercatat melebihi 385 mm per hari hingga mencapai kategori sangat berbahaya. Kondisi ini diperparah dengan kelembaban udara tinggi hingga lapisan 500 milibar yang mendukung pembentukan awan hujan yang disertai angin kencang.

Sedikitnya, 18 orang tewas pada bencana banjir yang terjadi di Denpasar, Jembrana, Gianyar, Klungkung, dan Badung. Pemprov Bali mencatat total 521 titik banjir yang tersebar di seluruh daerahnya.

Banjir di Provinsi Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh (November 2025)

Hujan lebat di Pulau Sumatra akibat Siklon Tropis Senyar sejak awal November 2025 memicu banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Dikutip dari laman Universitas Syiah Kuala, pengamatan hidrologi dari 173 stasiun pemantau pada 25–26 November 2025 di seluruh Aceh mencatat hujan lebat hingga ekstrem.

Curah hujan paling tinggi tercatat di Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen (411 mm); Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang (397,4 mm); Langsa Baro, Kota Langsa (382 mm); Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan (376,6 mm); dan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya (376,6 mm).

Dampak hidrologisnya sangat besar. Beberapa jembatan utama dan ruas jalan mengalami kerusakan struktural atau tidak dapat diakses, termasuk bagian dari jalur nasional Banda Aceh–Medan, koridor transportasi penting yang menghubungkan Aceh utara dengan wilayah Sumatra lainnya. Arus banjir yang deras menggerus fondasi jalan dan menghanyutkan permukaan aspal, sehingga memutus akses ke berbagai komunitas.

Hingga Kamis (4/12/2024), Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsong Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat Tahun 2025 milik BNPB menjelaskan bahwa total korban meninggal terbaru akibat bencana banjir bandang di Sumut, Sumbar, dan Aceh sebanyak 776 jiwa.

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya dari Wisnu Amri Hidayat

tirto.id - Edusains
Penulis: Wisnu Amri Hidayat
Editor: Iswara N Raditya