tirto.id - Rumah Sakit Bhayangkara Padang, Sumatra Barat belum berhasil mengidentifikasi 26 jenazah korban banjir bandang. Saat kejadian banjir bandang di Sumbar, RS Bhayangkara Padang sudah menerima sebanyak 61 jenazah dengan rincian 35 sudah teridentifikasi, sementara itu 26 jenazah lainnya belum teridentifikasi.
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara tingkat III Padang, Kompol dr. Harry Andromeda, mengungkapkan proses identifikasi terkendala karena korban rata-rata merupakan anak-anak.
"Kebanyakan, yang jadi permasalahan itu karena anak-anak ya, jadi 3/4 dari seluruh mayat yang belum teridentifikasi itu adalah anak-anak. Karena kalau memang anak-anak tidak bisa kita lakukan identifikasi," kata Harry saat diwawancarai, Kamis (4/12/2025).
"Memang sampai saat ini pun sudah membusuk ya, sudah hari ke-5 hingga ke-6. Kemudian ada juga yang satu keluarga, seperti ibu, ayah dan anak, jadi ketika kita umumkan tidak ada yang datang kesini, tidak ada yang cocok kita temui di posko Post Mortemnya," tambahnya.
Mengantasipasi hal tersebut, Tim DVI pun akan melakukan tes DNA terhadap korban yang belum teridentifikasi.
"Jadi jurus terakhirnya kami akan mengambil sampel-sampel dari mayat yang belum bisa kami identifikasi dan mencocokan dengan beberapa orang yang dicurigai itu kami ambil juga sampel DNA, kemudian kami bawa ke Jakarta untuk dites," jelasnya.
Harry juga mengungkapkan pada awal kejadian bencana, pihaknya sempat mengalami kendala saat mengidentifikasi korban. Jumlah lemari pendingin untuk jenazah yang ada di RS Bhayangkara Padang tidak bisa menampung seluruh korban yang masuk.
"Diawal kita mengalami kendala ya penyimpanan pendingin untuk mayat, tapi saat ini sudah tertangani, jadi kita tidak ada masalah lagi," jelasnya.
Berdasarkan update data per hari Kamis (4/12/2025) hingga pukul 08.00 WIB, jumlah korban yang meninggal di Provinsi Sumatra Barat sebanyak 200 orang dengan total yang sudah teridentifikasi sebanyak 174 yang terdiri dari laki-laki sebanyak 86 orang dan perempuan sebanyak 87 orang.
Kemudian yang belum teridentifikasi sebanyak 26 orang yang terdiri dari laki laki sebanyak 14 orang dan perempuan sebanyak 8 orang.
Selain itu, tim DVI juga menerima sejumlah potongan tubuh korban, seperti potongan tubuh bagian paha 1 buah, potongan tubuh bagian tungkai bawah 1 buah dan potongan tubuh kaki kanan 2 buah.
Sementara itu total korban yang belum ditemukan sebanyak 212 orang dengan rincian laki-laki 97 orang dan perempuan sebanyak 115 orang.
Penulis: Fajar Alfaridho Herman
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id


































