



tirto.id - Sejumlah warga tampak berdiri di sepanjang bantaran Sungai Peusangan, Desa Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Bireuen, Aceh, menanti distribusi logistik yang dikirim menggunakan perahu karet. Aktivitas ini sudah berlangsung sejak beberapa hari terakhir setelah banjir besar melanda wilayah tersebut. Dengan akses darat yang terputus, sungai menjadi satu-satunya jalur yang memungkinkan bantuan mencapai permukiman warga.
Kementerian Pekerjaan Umum mencatat sedikitnya 14 jembatan roboh atau terputus di berbagai titik di Provinsi Aceh akibat banjir dan longsor. Kerusakan infrastruktur ini memperparah kondisi warga di sejumlah desa, termasuk Pante Lhong, yang kini terisolir dan tak dapat dijangkau kendaraan. Situasi darurat tersebut membuat proses evakuasi maupun pengiriman bantuan harus dilakukan melalui jalur air dengan dukungan perahu karet milik petugas.
Akibat putusnya jembatan, distribusi logistik menjadi lambat dan bergantung pada kondisi cuaca serta arus sungai yang tak menentu.
Warga yang terdampak terpaksa menunggu berjam-jam di tepi sungai, berharap bantuan dapat tiba tepat waktu. Pemerintah daerah dan relawan terus berupaya mempercepat penanganan, namun pemulihan akses jembatan diperkirakan membutuhkan waktu karena tingkat kerusakan yang cukup parah.
FOTO/FIRHAN FARABI
Masuk tirto.id
































