Menuju konten utama

Wamensos Kunjungi Langkat, Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir

Banjir melanda 16 kecamatan di Langkat dan berdampak terhadap 200 ribu jiwa. Pemenuhan berbagai kebutuhan darurat warga kini menjadi fokus Kemensos.

Wamensos Kunjungi Langkat, Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat meninjau dapur umum dan menyalurkan bantuan logistik bagi korban banjir di Langkat, Sumatera Utara, Kamis (4/12/2025). FOTO/dok.Kemensos
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono, menyambangi dapur umum sekaligus menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, pada Kamis (4/12/2025). Agus Jabo berkunjung ke Langkat setelah bertolak dari Kabupaten Aceh Tamiang, kawasan yang juga terkena dampak parah akibat banjir dan longsor.

Berdasarkan laporan kepala daerah setempat yang disampaikan kepada Agus Jabo, banjir melanda 16 kecamatan di Langkat dan berdampak terhadap sekitar 200 ribu warga.

Agus Jabo mengatakan, Kementerian Sosial (Kemensos) telah bersinergi dengan Pemkab Langkat, dinas sosial setempat, serta Tagana untuk mendirikan dapur umum sekaligus mendistribusikan beragam bantuan logistik yang bisa memenuhi kebutuhan darurat para warga.

"Kemensos bersama Dinsos dan Tagana menyalurkan bantuan logistik, buffer stock, dan makanan untuk warga terdampak," kata Agus Jabo di Langkat.

Sebuah dapur umum induk sudah dibentuk oleh Kemensos dengan berlokasi di Kantor Dinas Sosial Langkat. Kemensos juga memberikan dukungan untuk pendirian tiga dapur umum mandiri di daerah yang sama. Secara keseluruhan, dapur-dapur itu menyediakan 6.000 porsi makanan per hari untuk para pengungsi di Langkat.

Saat ini, kata Agus Jabo, prioritas utama Kemensos adalah memenuhi kebutuhan mendesak warga seperti makanan, pakaian keluarga, pakaian ibu dan anak, tenda, selimut, dan kasur. Kebutuhan darurat lainnya seperti air bersih, listrik, dan bahan bakar juga terus diupayakan agar segera terpenuhi.

"Kami ingin memastikan kebutuhan dasar di masa tanggap darurat ini terpenuhi dulu. Selanjutnya kami usahakan air bersih, listrik, dan BBM bisa segera masuk," ujar dia.

Agus Jabo menambahkan, pemerintah sudah memiliki stok logistik yang memadai. Namun, sulitnya akses menuju sejumlah wilayah yang masih dilanda banjir menjadi tantangan besar dalam penyaluran logistik.

Dia berharap banjir segera surut agar warga dapat kembali beraktivitas seperti semula dan kegiatan sosial-ekonomi pulih lagi.

Menurut Agus Jabo, proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana juga akan dijalankan oleh pemerintah. Usai status tanggap darurat dicabut oleh kepala daerah, perencanaannya akan segera dibahas.

Kemensos bersama kementerian/lembaga terkait akan menggelar koordinasi membahas hal tersebut dengan dipimpin oleh Menko PMK. Di antara yang terlibat dalam rapat koordinasi itu termasuk Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB), Kementerian PUPR, BMKG, dan kementerian/lembaga lainnya.

"Rapat nanti akan membahas kerusakan-kerusakan yang perlu ditangani, seperti jalan, jembatan, pom bensin, hingga rumah warga yang rusak," jelas dia.

Agus Jabo pun menegaskan, pemerintah akan selalu hadir dan bekerja bersama dengan berbagai pihak untuk membantu pemulihan warga terdampak bencana banjir di Langkat.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis