Menuju konten utama

Tips Memilih Matras Yoga yang Bagus, Jangan Asal Beli!

Ketahui cara memilih matras yoga yang bagus, mulai dari bahan hingga ukuran, lengkap dengan tips serta rekomendasi terbaik untuk latihan yang aman & nyaman.

Tips Memilih Matras Yoga yang Bagus, Jangan Asal Beli!
Ilustrasi matras Yoga. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menekuni yoga tidak hanya soal konsistensi latihan, tapi juga tentang memilih perlengkapan yang tepat, salah satunya adalah matras. Memahami cara memilih matras yoga yang bagus menjadi sangat penting karena berpengaruh pada kenyamanan saat latihan dilakukan.

Yoga telah menjadi tren tersendiri di masyarakat Indonesia. Praktik yang menggabungkan gerakan tubuh, teknik pernapasan, dan meditasi ini berperan besar dalam menciptakan keseimbangan fisik dan mental.

Berasal dari India, yoga telah dikenal luas karena manfaatnya dalam meningkatkan fleksibilitas, kekuatan otot, membantu mengurangi stres, memperbaiki postur tubuh, hingga mendukung kesehatan secara menyeluruh.

Namun, manfaat yoga akan terasa lebih maksimal jika dilakukan dengan perlengkapan yang memadai, termasuk soal matras. Matras memang tampak sepele, tapi matras yoga yang bagus bisa mendukung kenyamanan dan kestabilan saat berlatih.

Matras yang tepat juga membantu mencegah cedera serta membuat setiap gerakan yoga dapat dilakukan dengan lebih aman. Oleh karena itu, cara memilih matras yoga wajib dipahami agar sesi latihan jadi lebih fokus, tenang, dan menyenangkan.

Mengapa Memilih Matras Yoga yang Tepat Penting?

Childs Pose

Ilustrasi Yoga. foto/istockphoto

Memilih matras yoga bukan hanya soal estetika atau harga, tapi tentang bagaimana matras tersebut dapat memengaruhi kualitas latihan yang dilakukan setiap hari. Ini dia beberapa alasan mengapa memilih matras yoga sangat penting:

1. Menjaga Keseimbangan dan Postur Tubuh

Keseimbangan dalam yoga berawal dari apa yang ada di bawah kaki. Matras yang terlalu lembut/empuk bisa membuat kaki “tenggelam” sehingga postur tubuh menjadi tidak stabil, sementara matras yang terlalu keras dapat memberi tekanan berlebih pada sendi.

Matras dengan tingkat ketebalan dan kepadatan yang pas mampu memberikan kombinasi ideal antara stabilitas dan bantalan sehingga gerakan terasa lebih terkontrol dan aman.

2. Memberikan Kenyamanan untuk Fokus Lebih Baik

Kenyamanan berperan menjaga konsentrasi saat yoga. Matras yang baik akan memberi bantalan yang cukup untuk kaki dan tangan tanpa mengganggu keseimbangan. Pada akhirnya, kita bisa lebih fokus pada pernapasan dan gerakan, tanpa terganggu rasa tidak nyaman di bagian lantai.

3. Meningkatkan Grip dan Rasa Percaya Diri

Permukaan matras yang licin dapat mengganggu alur latihan, bahkan berisiko menyebabkan cedera. Matras dengan grip yang baik membantu menjaga posisi tangan dan kaki tetap stabil, terutama saat melakukan pose yang menantang.

Dengan grip atau daya cengkeram optimal, kita bisa bergerak lebih bebas dan percaya diri melakukan yoga tanpa khawatir tergelincir.

4. Melindungi Sendi dan Tulang Belakang

Saat melakukan pose seperti plank, kneeling, atau posisi bertumpu lainnya, tekanan pada sendi atau tulang belakang bisa cukup besar. Matras yang berkualitas mampu menyerap benturan dan mengurangi tekanan langsung pada area tersebut sehingga meminimalkan risiko cedera.

5. Lebih Higienis dan Tahan Lama

Matras berkualitas biasanya dibuat dari material yang lebih tahan lama dan tidak mudah menyerap keringat atau bau. Selain lebih higienis, matras juga dapat digunakan dalam jangka panjang karena tidak cepat rusak sehingga lebih hemat dan ramah lingkungan.

Tips Memilih Matras Yoga

Ilustrasi matras Yoga

Ilustrasi matras Yoga. foto/istockphoto

Memilih matras yoga tidak bisa dilakukan secara asal karena setiap detailnya akan memengaruhi kenyamanan dan kualitas latihan. Berikut cara memilih matras yoga yang tepat dengan mempertimbangkan bahan, ketebalan, dan ukuran keseluruhan:

Bahan Matras Yoga

Hal pertama yang wajib dipertimbangkan adalan bahan pembuat matras. Bahan sangat menentukan grip saat latihan. Matras dengan grip yang buruk berisiko menyebabkan tubuh mudah tergelincir, terutama saat berkeringat, sehingga mengganggu fokus dan meningkatkan risiko cedera.

1. PVC (Polyvinyl Chloride)

PVC merupakan pilihan yang paling terjangkau dan menawarkan daya cengkeram (grip) yang sangat kuat saat kondisi tangan kering. Keunggulan lainnya terletak pada daya tahan atau keawetannya yang tinggi untuk penggunaan jangka panjang.

Namun, bahan ini kurang ramah lingkungan karena tidak dapat terurai secara alami. Selain itu, PVC juga dapat mengandung bahan kimia yang kurang baik bagi kesehatan, serta biasanya memiliki bau cukup menyengat saat pertama kali digunakan.

2. Karet (Natural Rubber)

Bahan ini sering dianggap sebagai standar tertinggi dalam hal grip dan daya tahan. Karet alami menawarkan performa luar biasa karena tetap kesat, baik dalam kondisi kering maupun basah/berkeringat. Selain performanya, bahan ini juga tergolong ramah lingkungan.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah risiko alergi lateks bagi sebagian kecil pengguna, serta bobotnya yang cenderung lebih berat dibandingkan bahan sintetis sehingga kurang cocok jika dibawa bepergian.

3. TPE (Thermoplastic Elastomer)

TPE merupakan alternatif yang lebih ramah lingkungan karena bebas PVC, tidak beracun, dan dapat didaur ulang. Meski grip dan keawetannya tidak sekuat karet alami, matras jenis ini cenderung lebih ringan sehingga mudah dibawa.

Matras TPE biasanya memiliki harga yang sedikit lebih tinggi dibandingkan PVC. Dari segi ketahanan, TPE juga tidak sekuat PVC dalam jangka panjang, dan beberapa orang mungkin merasa teksturnya yang sedikit berbintik kurang nyaman dibandingkan permukaan yang lebih halus.

4. Cork

Bahan cork (dari serbuk kayu) sangat unik karena permukaannya yang justru menjadi semakin kesat (grip kuat) saat terkena kelembapan, menjadikannya pilihan favorit untuk latihan hotyoga. Biasanya, lapisan gabus dipadukan dengan dasar karet untuk memberikan stabilitas maksimal.

5. Nitrile Butadiene Rubber (NBR)

NBR termasuk pilihan populer untuk matras yoga. NBR sendiri merupakan material yang aman digunakan karena tidak mengandung bahan beracun, bebas PVC, phthalate, maupun lateks.

Struktur closed-cell pada NBR juga membantu mencegah masuknya kelembapan, kotoran, dan kuman sehingga matras lebih mudah dibersihkan dan tetap higienis digunakan dalam jangka panjang.

Selain itu, NBR memiliki kepadatan tinggi, materialnya pun tahan terhadap panas dan air, sangat cocok untuk latihan intens seperti hot yoga atau kelas yoga dinamis yang membuat tubuh lebih banyak berkeringat.

Ilustrasi Legging

Ilustrasi Matras. GettyImages/iStockphoto

Ketebalan Matras Yoga

Cara memilih matras yoga yang baik adalah dengan memperhatikan ketebalannya. Matras standar umumnya memiliki ketebalan 3-6 mm, dan kebanyakan praktisi yoga memilih matras setebal 4-5 mm.

Ketebalan tersebut biasanya sudah memberikan permukaan yang kokoh dan stabil, cocok untuk pose keseimbangan maupun gerakan dinamis dalam latihan yoga.

Dikutip dari L.A. Times, Kareem Mitha yang merupakan pemilik Laughing Frog Yoga Studio juga mengungkapkan bahwa beberapa orang mungkin akan membutuhkan matras yang lebih tebal, terutama jika memiliki kaki atau sendi yang sensitif.

Dengan kondisi tersebut, matras dengan ketebalan sekitar 6-8 mm lebih direkomendasikan karena menawarkan bantalan ekstra yang lebih nyaman, apalagi jika digunakan untuk yoga jenis restorative atau yin yoga.

Ukuran Matras Yoga

Cara memilih matras yoga berikutnya adalah memperhatikan ukuran. Secara umum, ukuran standar matras yoga memiliki panjang sekitar 173-183 cm (68-72 inci) dengan lebar kurang lebih 61 cm (24 inci).

Ukuran ini sudah cukup ideal untuk menopang tubuh kebanyakan orang saat melakukan berbagai pose dengan nyaman. Namun, matras yoga juga hadir dengan beragam ukuran di pasaran. Secara garis besar, berikut ukuran matras yoga menurut situs Asviana Yoga:

  • Matras kecil: Panjang sekitar 68 inci (± 173 cm) dan lebar 24 inci (±61 cm)
  • Matras standar: Panjang 72 inci (± 183 cm) dan lebar 24 inci (61 cm)
  • Matras besar: Panjang 84 inci (± 213 cm) dan lebar 36 inci (± 91 cm)
  • Matras extra wide: Panjang 72 inci (± 183 cm) dan lebar 30-36 inci (± 76-92 cm)

Tips Merawat Matras Yoga

Matras Yoga

Matras Yoga. FOTO/iStockphoto

Setelah memahami bagaimana cara memilih matras yoga, kita juga perlu tahu tentang perawatannya. Merawat matras yoga dengan baik adalah kunci agar matras tetap higienis, nyaman digunakan, dan tahan lama, berikut beberapa tipsnya:

1. Bersihkan Setiap Selesai Sesi

Setelah digunakan, matras akan terkena keringat, minyak dari kulit, bahkan bakteri. Karena itu, penting untuk selalu membersihkannya dengan segera setelah latihan selesai.

Caranya bisa dengan menggunakan semprotan ringan seperti campuran air dengan minyak esensial tea tree atau lavender, lalu lap dengan kain lembut agar tetap bersih dan segar.

2. Pastikan Matras Kering sebelum Disimpan

Jangan langsung menggulung matras dalam kondisi basah atau lembap. Kelembapan yang terperangkap bisa memicu pertumbuhan jamur, bau tidak sedap, dan merusak material matras. Sebaiknya biarkan matras mengering dengan cara digantung atau dibentangkan selama kurang lebih 20 menit sebelum disimpan.

3. Lakukan Pembersihan Mendalam Secara Berkala

Selain pembersihan harian atau setiap selesai sesi, lakukan juga pembersihan menyeluruh setidaknya sebulan sekali. Gunakan sabun ringan dan cuci secara manual untuk menghilangkan kotoran yang menumpuk. Hindari deterjen keras karena dapat merusak bahan matras.

4. Simpan di Tempat yang Tepat

Paparan sinar matahari langsung dan suhu panas dapat mempercepat kerusakan matras, terutama yang berbahan karet. Sebaiknya simpan matras di tempat yang sejuk, kering, dan tidak langsung terkena sinar matahari agar kualitasnya tetap terjaga.

5. Putar Posisi Matras secara Rutin

Jika selalu berlatih dengan arah yang sama, bagian tertentu dari matras akan lebih cepat aus. Dengan memutar atau membalik posisi matras secara rutin, kita bisa menjaga keausan tetap merata sehingga umur pakainya lebih panjang.

Rekomendasi Matras Yoga

Header backlink Rupa Rupa

Ilustrasi Matras Yoga. foto/Istimewa

Saat ini ada banyak pilihan matras yoga yang dijual di pasaran dengan berbagai merek, bahan, hingga ukuran. Berikut beberapa rekomendasi matras yoga yang bisa dijadikan pilihan beserta kisaran harganya:

1. Matras Yoga SPEEDS

Matras yoga ini terbuat dari bahan NBR dengan ketebalan 8-10 mm yang memberikan bantalan empuk dan nyaman. Matras ini memiliki permukaan halus dengan fitur anti slip yang membantu mengurangi risiko tergelincir saat berlatih.

Matras ini berukuran 185 cm x 62 cm, bisa juga digunakan untuk pilates, push-ups, squat, atau plank. Selain NBR, tersedia pula matras dengan material TPE dengan ketebalan 6 mm. Matras Yoga SPEEDS dibanderol dengan harga sekitar Rp40.000 - Rp100.000.

2. TrailTop Yoga Mat

Matras yoga dari brand TrailTop ini menggunakan bahan NBR yang dikenal empuk, fleksibel, dan nyaman untuk berbagai jenis latihan. Dengan ketebalan sekitar 8-10 mm, permukaannya dirancang anti slip di kedua sisi untuk menjaga stabilitas selama latihan.

Matras ini juga memiliki sifat anti air dan tahan keringat sehingga mudah dibersihkan hanya dengan lap basah. Dengan ukuran 185 cm x 61 cm, matras ini ringan, mudah digulung, dan dilengkapi tas jinjing sehingga praktis dibawa ke mana saja. Matras ini bisa dibeli di harga Rp40.000 - Rp80.000.

3. GOTO NBR Yoga Mat

GOTO Yoga Mat menggunakan bahan NBR yang elastis dan tahan panas, dengan ketebalan 8-1 mm. Matras ini memiliki permukaan halus, tebal, serta anti slip sehingga mampu menopang tubuh dengan baik saat latihan.

GOTO Yoga Mat tersedia dalam beberapa varian ukuran, mulai dari 175 cm x 60 cm hingga ukuran standar 183 cm x 61 cm. Matras dari GOTO ini juga anti air dan mudah dibersihkan setiap selesai latihan. Matras ini bisa didapatkan dengan harga sekitar Rp40.000 - Rp80.000.

4. GOKOTTA Yoga Mat

Matras yoga dari GOKOTTA memiliki panjang 185 cm dan lebar 61 cm, dengan ketebalan sekitar 10 mm. Matras ini terbuat dari material NBR berbasis TPE, bebas bahan beracun, tanpa PVC, logam berat, maupun lateks.

Matras GOKOTTA juga menggunakan struktur closed-cell yang tidak menyerap cairan sehingga lebih higienis dan mudah dibersihkan. Selain itu, matras ini juga ringan, anti-slip, dan anti bakteri. Dapatkan matras yoga ini dengan harga Rp50.000 - Rp65.000.

5. LIGHTSPEED Matras Yoga

Matras yoga LIGHTSPEED hadir dengan ukuran standar 183 cm x 61 cm dan ketebalan 10 mm. Terbuat dari bahan NBR, matras ini ringan, tetap kuat, serta memiliki ketahanan terhadap minyak hingga zat asam. Permukaannya pun halus dan sangat fleksibel sehingga nyaman untuk yoga.

Selain itu, matras ini juga tergolong aman karena tidak mengandung bahan berbahaya seperti phthalates, AZO, PAHS, logam berat, maupun PVC, serta tidak berbau. Matras yoga ini bisa dibeli di harga sekitar Rp80.000 - Rp90.000

Demikian penjelasan tentang cara memilih matras yoga yang bagus serta beberapa rekomendasinya. Dengan memahami berbagai aspek seperti bahan, ketebalan, ukuran, hingga cara perawatannya, kita bisa menemukan matras yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan.

Tertarik dengan info menarik lain seputar yoga, olahraga, atau dunia kesehatan? Temukan berbagai tips, rekomendasi produk pilihan, hingga berita terkini melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Kesehatan

Baca juga artikel terkait YOGA atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - GWS
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani