Menuju konten utama
Lebaran Idulfitri 2023

Strategi Pemerintah Mengurai Kemacetan Arus Mudik Lebaran 2023

Presiden Jokowi minta lonjakan pergerakan masyarakat yang akan mudik tahun ini dapat diantisipasi dengan baik.

Strategi Pemerintah Mengurai Kemacetan Arus Mudik Lebaran 2023
Sejumlah kendaraan memadati pintu gerbang tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (8/6/2019). ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/foc.

tirto.id - Idulfitri 1444 Hijriah menjadi momen mudik “besar-besaran” dalam masa pandemi COVID-19. Pemerintah pun memprediksi ada 123,8 juta orang yang akan mudik pada lebaran tahun ini. Jumlah tersebut meningkat 14,2 persen dibanding tahun lalu yang mencapai 85,5 juta orang.

Presiden Joko Widodo meminta lonjakan pergerakan masyarakat yang akan mudik tahun ini dapat diantisipasi dengan baik. Dia mengingatkan sejumlah masalah seperti kekurangan kapasitas dan jumlah kapal tidak terjadi lagi pada arus mudik dan balik 2023.

“Ini harus dihitung dan dikalkulasi dengan baik. Saya tidak ingin kejadian tahun lalu kembali terjadi pada tahun ini," ujar Jokowi saat meninjau Pelabuhan Merak, Banten dalam rangka persiapan Angkutan Lebaran 2023 pada Selasa, 11 April 2023.

Jokowi mengapresiasi manajemen pengaturan lapangan seperti penambahan pelabuhan yaitu Pelabuhan Ciwandan dan Bandar Bakau Jaya, serta pemisahan jenis kendaraan yang akan masuk ke pelabuhan. Nantinya pemudik akan dibagi, Pelabuhan Merak khusus pemudik menggunakan mobil dan bus, serta Pelabuhan Ciwandan khusus sepeda motor dan angkutan barang.

Presiden Jokowi juga mengingatkan masyarakat yang akan mudik menggunakan angkutan penyeberangan melalui Pelabuhan Merak-Bakauheni, agar sudah membeli tiket secara daring.

“Tahun lalu yang belum pegang tiket sangat mengganggu (kelancaran). Jadi sekarang semuanya harus sudah pegang tiket sebelum masuk ke Pelabuhan Merak,” kata dia.

Beberapa faktor yang membuat tingginya pergerakan masyarakat di masa mudik 2023 yakni pencabutan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), memasuki masa pra endemi atau mendekati normal pasca pandemi COVID-19, serta perekonomian Indonesia yang semakin membaik, dan persepsi positif publik atas penyelenggaraan angkutan lebaran tahun lalu.

Cara Pemerintah Urai Kemacetan Pulang Kampung

Guna mendukung kelancaran dan kenyamanan arus lalu lintas pada periode Idulfitri 1444 Hijriah, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengantisipasi sejumlah titik rawan macet di beberapa ruas jalan nasional. Antisipasi dilakukan dengan penyelesaian pekerjaan hingga penyiapan Posko Siaga Sapa Taruna.

Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR, Endra S Atmawidjaja mengatakan, saat ini kondisi 4.858 kilometer jalan nasional di Pulau Jawa adalah 92 persen mantap.

Kini Ditjen Bina Marga tengah memfokuskan pada penanganan dan perbaikan pada beberapa ruas seperti akses Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ciwandan, jalur Pantura dan penggantian jembatan Callender-Hamilton.

Pertama, penanganan akses jalan menuju Pelabuhan Merak berupa pelebaran dan penataan bahu jalan Cikuasa Bawah dan Atas. "Penanganan Cikuasa Bawah sepanjang 500 meter saat ini progres mencapai 40 persen dan Cikuasa Atas 980 meter progres saat ini 65 persen," kata Endra dalam keterangan tertulis, Jumat, 7 April 2023.

Target penanganan setelah Lebaran 2023 meliputi pelebaran Jembatan Langon A dan penambahan lajur dari oprit Fly Over Merak hingga pintu pelabuhan. Sementara untuk akses ke Pelabuhan Ciwandan yang menjadi dermaga ferry tambahan untuk melayani penyeberangan Jawa-Sumatra, Pemerintah Kota Cilegon melakukan perbaikan dan pengaspalan jalan dan jembatan pada Jalan Aat Rusli.

Jalan menuju Ciwandan juga dapat melalui Jalan Nasional Raya Anyer dengan kemantapan jalan sekitar 90 persen. Saat ini sedang dilakukan pelebaran atau perkerasan bahu jalan selebar 2 meter kiri dan 2 meter kanan dari Cilegon ke Pasauran sepanjang 5.8 kilometer. Pada H-10, kementerian menargetkan selesai 4 kilometer sisi kiri dan 800 meter sisi kanan.

Kedua, Endra mengatakan, penanganan longsor pada ruas Bogor-Sukabumi (Jembatan Cikereteg) dengan menyiapkan jembatan Bailey yang sudah fungsional sejak 13 Maret 2023. Ketiga, perihal penggantian jembatan usia tua. Dari 37 jembatan Callender-Hamilton (CH) yang sedang diganti di Pulau Jawa, saat ini tersisa 8 jembatan yang tengah diselesaikan.

Delapan jembatan yaitu Cilamaya dengan progres 82,9 persen, Ciasem (82,3 persen), Cipangaritan (89,3 persen), Kalijaga (76,6 persen) Kanci (84,7 persen), Pemali (48,8 persen), Juwana (79,1 persen), dan Pang (44,5 persen). Sisanya, 29 jembatan sudah selesai.

Keempat, untuk penanganan jalan setelah tergenang banjir di Pantura Jawa, khususnya pada ruas Kudus-Pati-Rembang-Bulu akibat luapan Sungai Wulan dan Sungai Juwana, telah dilakukan penimbunan dan pemasangan kantong pasir untuk mencegah air masuk ke badan jalan. Pada H-10 penanganan selesai.

Sementara untuk penanganan longsoran pada ruas Tomo Sumedang saat ini sudah fungsional untuk jalur lebaran.

Kelima, untuk mengantisipasi titik rawan bencana, kementerian telah menyiapkan posko mudik Sapta Taruna di Pulau Jawa, tersebar pada setiap provinsi di antaranya 8 posko di Provinsi Banten, 23 posko di Provinsi Jawa Barat, 22 posko di Provinsi Jawa Tengah dan DIY, serta 9 posko di Provinsi Jawa Timur.

“Terakhir, pada seluruh jalan nasional H-10, kami lakukan penghentian pekerjaan (kecuali rutin). Tidak boleh ada alat berat, tidak ada lubang, dan rumput pada bahu dan median bersih. Sementara untuk jalur Pantura, perbaikan jalan berlubang ditargetkan selesai H-14 sebelum Lebaran," kata Endra.

Cara mencegah kemacetan lalu lintas saat mudik pun dilontarkan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. Dia berkata pemerintah memprediksi titik arus lalu lintas dengan kemacetan tertinggi periode mudik Lebaran 2023 ada di dua tempat. Puncak arus mudik pun diprediksi pada 18-21 April 2023.

“Titik-titik kemacetan yang mungkin terjadi paling tinggi itu adalah Cipali, kedua adalah di Merak," ucap Budi di Mabes Polri.

Karena itu, Menhub Budi mengimbau “para pemudik yang ke Jawa Tengah kami anjurkan mudik lebih awal. Kedua, adalah di Merak, tetapi memang di Merak sudah ada tambahan (Pelabuhan) Ciwandan. Sehingga memungkinkan lebih baik, tapi juga tetap (masyarakat bisa) mudik lebih awal."

Selain Cipali dan Merak, beberapa daerah lain yang krusial yakni Kepulauan Riau, Madura, Samarinda, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua.

Upaya antisipasi berikutnya yakni pemerintah memajukan libur cuti bersama menjadi 19-25 April 2023. Maka terdapat tambahan hari yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan perjalanan lebih awal atau tidak mepet dengan hari H Idulfitri.

Operasi Ketupat 2023

Jelang Idulfitri 2023, Polri juga bakal menggelar Operasi Ketupat 2023. Operasi ini merupakan kegiatan rutin tahunan.

“Kepolisian melaksanakan Operasi Ketupat, yang akan kami laksanakan secara terpusat dan juga diikuti seluruh wilayah, mulai 18 April sampai 1 Mei," ucap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, usai Rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Mabes Polri, Kamis, 6 April 2023.

Selain Operasi Ketupat, Korps Bhayangkara juga akan melakukan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD). "Untuk melaksanakan prakondisi, kami melaksanakan operasi rutin yang ditingkatkan, satu pekan sebelum 18 April dan satu pekan setelah 1 Mei," lanjut Sigit.

Seperti keinginan Presiden Jokowi, yang memerintahkan pemangku kepentingan meminta bisa melaksanakan mudik lebih baik daripada tahun lalu, maka Polri bersama lembaga lainnya bersinergi untuk mewujudkan instruksi kepala negara. Mereka mendirikan 2.694 pos guna kelancaran dan kenyamanan perjalanan.

Pos terdiri dari 1.559 pos pengamanan, 745 pos pelayanan, dan 390 pos terpadu. Ketiga pos ditempatkan pada lokasi strategis serta lokasi trouble spot dan black spot ada 148.211 personel gabungan yang dikerahkan dalam masa mudik tahun ini.

Pelibatan petugas berasal dari Mabes Polri (1.240 personel), Polda (91.153 personel), dan instansi terkait (55.818 personel).

Rekayasa Jalan Raya

Selama musim mudik tahun ini, para petugas akan memberlakukan mekanisme lawan arah (contraflow), satu jalur, dan buka-tutup jalur untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di jalan tol.

“Kalau di jalan tol melewati 5.500 (kendaraan) maka akan diterapkan contraflow satu jalur. Kemudian, jika melewati 6.000 akan diterapkan contraflow dua jalur. Kalau 7.000 ke atas akan contraflow tiga jalur," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho, di Mabes Polri, Rabu, 12 April 2023.

“Saat ini kami bekerja sama dengan Jasa Marga, setiap pintu tol ada alat pengukur jumlah kendaraan yang lewat," ucap Sandi.

Strategi pengaturan lalu lintas merujuk kepada kepadatan di jalan tol, agar tidak berimbas ke jalur arteri, kata dia.

Bahkan jika arus lalu lintas tergolong sangat padat, maka petugas bisa mengalihkan arus atau menerapkan rekayasa lalu lintas lain. Sistem lawan arus dilaksanakan mulai KM 47 Tol Jakarta-Cikampek sampai KM 72 Tol Cipali.

Sedangkan untuk satu arah atau one way dilaksanakan dari KM 72 Tol Cipali sampai dengan KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung, kemudian KM 422 sampai KM 442 Tol Semarang-Bawen.

Jadwal Rekayasa Lalu Lintas

Sistem lawan arah arus mudik dimulai dari KM 47-KM 72 dilaksanakan pada 18 April, pukul 14.00-00.00 WIB; dilanjutkan pada 19-21 April, pukul 08.00-00.00 WIB. Kemudian, sistem satu arah arus mudik mulai KM 72-KM 414, dilaksanakan bersamaan dengan lawan arah.

Untuk arus balik, jadwal lawan arus dan satu arah dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama lawan arus mulai KM 72-KM 47, dilaksanakan pada 24 April, pukul 14.00-00.00 WIB; lalu pada 25 dan 26 April, dimulai pukul 08.00 WIB. Jadwal yang sama berlaku pula untuk sistem satu arah dari KM 414-KM 72.

Akankah Brexit Terulang?

Pada Juli 2016, Gerbang Tol Brebes Timur, yang dikenal dengan Brebes Exit (Brexit), merupakan mimpi buruk bagi para pemudik yang melewati jalur Pantai Utara atau Pantura. Mereka terjebak macet berjam-jam.

Penyebab utama mengularnya roda empat ini yakni kendaraan dari jalur Pantura dan kendaraan yang keluar jalan tol, yang sama-sama mengarah ke Semarang, berebut masuk ke jalur yang lebih sempit. Sehingga situasi ‘leher botol’ tak terhindari.

Menurut data resmi yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 17 orang meninggal di wilayah Pejagan-Brebes pada mudik lebaran kala itu. Periode 29 Juni-5 Juli 2016, 6 orang meninggal karena kecelakaan, sementara 11 orang meninggal karena terjebak macet yang memakan waktu 20 hingga 36 jam itu.

Wakil Ketua Bidang Penguatan dan Pengembangan Kewilayahan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno berkata, Tol Trans-Jawa masih akan menjadi jalur favorit untuk arus mudik Lebaran 2023. Jalur tol tersebut diproyeksikan akan dilintasi sekitar 9,2 juta orang.

Ia mengimbau pemudik tidak hanya mengandalkan jalan tol, tetapi memilih jalur-jalur alternatif untuk menekan risiko kemacetan panjang di ruas jalan bebas hambatan itu. Area peristirahatan istirahat yang tersedia di jalan tol pun kerap penuh dan menjadi sumber kemacetan.

“Kejadian Brexit karena bertumpuk di satu tempat. Pada saat itu tidak ada koordinasi (antarpetugas), diberikan kepada Direktorat Lalu Lintas Polda (Jawa Tengah)," ucap dia kepada Tirto, Senin, 10 April. Ditambah jaringan tol (saat itu) belum terhubung semuanya."

Kalau sekarang kerja sama antarlembaga dan petugas di lapangan telah dikoordinasikan, sehingga kemacetan bisa diminimalisasi. Pergerakan kendaraan di jalan tol pun bisa dipantau secara terpusat. Manajemen rekayasa lalu lintas, seperti lawan arus dan sebagainya, telah dilaksanakan sejak tahun lalu.

“Macet itu bagian dari mudik. Tidak mungkin mudik, tidak macet. Kecuali tidak sedang puncak (arus)," ujar Djoko.

Ia menambahkan, “Kemungkinan kecil (terjadi Brexit). Karena pemantauan CCTV jalan tol sudah ada, arus lalu lintas juga bisa dipantau oleh Pusat Kendali. Kira-kira akan macet, bisa ketahuan dan segera diantisipasi."

Pemudik pun juga harus proaktif mencari informasi lalu lintas, sehingga tidak menjadikan jalan tol sebagai jantung aliran arus kendaraan. Semua ini demi menciptakan perlalulintasan yang aman dan nyaman.

Baca juga artikel terkait ARUS MUDIK 2023 atau tulisan lainnya dari Adi Briantika

tirto.id - Hukum
Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Abdul Aziz