Menuju konten utama

SPBU Swasta Beli BBM ke Pertamina, ESDM: Kami Tidak Ikut Campur

Kementerian ESDM mengklaim bahwa pihaknya tidak bisa ikut campur mekanisme B2B pembelian BBM impor oleh swasta ke Pertamina.

SPBU Swasta Beli BBM ke Pertamina, ESDM: Kami Tidak Ikut Campur
Petugas SPBU membersihkan mesin pengisian BBM di SPBU Shell, Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Kamis (18/9/2025).ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU

tirto.id - Juru bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa pihaknya tidak ikut campur dalam proses negosiasi yang dilakukan PT Pertamina (Persero) dengan SPBU swasta terkait dengan pengadaan bahan bakar minyak (BBM) dasaran atau base fuel dari Pertamina.

Dwi Anggia menegaskan bahwa Kementerian ESDM hanya menjembatani proses negosiasi awal antara Pertamina dengan pengelola SPBU swasta, sehingga proses negosiasi bisnis ke bisnis atau business-to-business (B2B) bisa dijalankan dalam waktu dekat.

“Pemerintah tidak bisa ikut campur untuk mekanisme mereka, dipaksa untuk B2B segera yang jelas,” kata Anggia kepada wartawan, di kantor Kementerian ESDM, dikutip Sabtu (27/9/2025).

Sementara itu, saat ini seluruh persyaratan yang diajukan perusahaan SPBU swasta dalam pembelian BBM dari Pertamina telah dipenuhi seluruhnya oleh perusahaan pelat merah tersebut. BBM dasaran yang diimpor Pertamina untuk memasok kebutuhan swasta juga telah tiba di Indonesia.

“Semua persyaratan sudah dipenuhi oleh Pertamina, karena harusnya kalau memang niat baik untuk menyelesaikan masalah ini agar masyarakat bisa terlayani, ya sudah langsung harusnya segera laksanakan B2B-nya,” beber Anggia.

Meski demikian, dalam kesempatan yang sama Anggia mengatakan bahwa dari lima perusahaan SPBU swasta, hanya satu yang masih enggan mengambil impor dari Pertamina.

"Diketahui, kuota impor BBM tambahan tersebut akan disalurkan kepada lima perusahaan pengelola SPBU swasta, seperti Shell Indonesia, BP-AKR, Vivo, Exxon, dan AKR Corporindo.

"Sampai hari Rabu malam (24/9/2025), itu dari lima badan usaha swasta, hanya satu badan usaha swasta yang belum sepakat," pungkas Anggia.

Baca juga artikel terkait BBM atau tulisan lainnya dari Natania Longdong

tirto.id - Insider
Reporter: Natania Longdong
Penulis: Natania Longdong
Editor: Rina Nurjanah