Menuju konten utama

Fasilitasi Impor SPBU Swasta, Pertamina Harap Harga BBM Tak Naik

Selain menekan potensi kenaikan harga BBM, kerja sama Pertamina dengan SPBU swasta dilakukan untuk memastikan pasokan tetap terjaga.

Fasilitasi Impor SPBU Swasta, Pertamina Harap Harga BBM Tak Naik
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri memberikan sambutan pada acara Peluncuran Pertamax Green 95 untuk Wilayah Jawa Tengah yang dilaksanakan hari ini Kamis, 5 Juni 2025 di Semarang. foto/pertamina

tirto.id - Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, mengatakan perusahaannya telah sepakat untuk memfasilitasi impor bahan bakar minyak (BBM) bagi SPBU swasta, mulai dari Shell hingga Vivo.

Kesepakatan ini menjadi solusi atas kekosongan pasokan BBM di pom bensin swasta, yang sempat menjadi persoalan bagi masyarakat beberapa waktu terakhir. Meski begitu, Simon berharap kerja sama ini dapat menekan potensi kenaikan harga BBM sekaligus memastikan pasokan tetap terjaga.

"Kita akan open book supaya transparan, dan tentunya kita berharap agar harga di masyarakat tidak ada kenaikan," kata Simon di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (19/9/2025).

Simon juga menegaskan bahwa Pertamina akan transparan dalam pengadaan dan distribusi BBM kepada pihak swasta. "Penambahan tadi sudah kita sepakati untuk sama-sama berkolaborasi dengan Pertamina," sebutnya.

"Dengan demikian, baik dari kualitas, baik dari joint surveyor, kita bersama-sama melihat dari saat pengiriman, termasuk juga dari sisi harga. Kita akan terbuka bersama SPBU swasta," lanjut Simon.

Ia juga membantah bahwa impor BBM kedepan akan terpusat hanya melalui Pertamina. Sebab, kebijakan ini hanya terjadi ketika tambahan kuota impor tak dimungkinkan bagi SPBU swasta di luar alokasi tahunan.

"Impor tidak satu pintu karena kalau impor satu pintu, semua alokasi impor akan diberikan ke Pertamina dari awal tahun sampai satu tahun ke depan. Tapi, alokasi impor sudah diberikan kepada semua SPBU, baik Pertamina maupun swasta," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, memastikan BBM untuk SPBU swasta akan tersedia dalam tujuh hari ke depan. Pasokan tersebut, kata dia, berasal dari impor BBM PT Pertamina yang volumenya akan ditentukan kemudian.

"Jangan tanya dari mana, yang penting, 7 hari barang sudah kembali ke Indonesia. Volumenya nanti ditentukan. Nanti dilakukan pembahasan teknis. Yang jelas, 7 hari barang ini sudah jalan," katanya dalam konferensi pers di Kantor ESDM, Jakarta Pusat, Jumat.

Bahlil menjelaskan pihaknya tidak bisa memberi izin bagi perusahaan-perusahaan swasta seperti Shell, BP AKR, dan VIVO karena pada tahun ini pemerintah telah memberikan tambahan 110 persen terhadap kuota impor swasta. Karenanya, Shell Cs pun setuju untuk membeli base fuel (bahan bakar dengan kadar oktan murni tanpa campuran aditif dari Pertamina).

Perusahaan swasta kemudian akan mencampur sendiri BBM murni yang diperoleh dari perusahaan minyak dan gas (migas) milik pemerintah itu di masing-masing tangki yang dimiliki. Sebab, sebagai bentuk kesepakatan, Shell Cs meminta agar pemerintah menyediakan BBM murni yang belum ditambahkan zat aditif apapun.

Baca juga artikel terkait SPBU atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana