tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta akan tersedia dalam tujuh hari ke depan. Pasokan tersebut, kata dia, berasal dari impor BBM PT Pertamina (Persero) yang volumenya akan ditentukan kemudian.
"Jangan tanya dari mana, yang penting 7 hari barang sudah kembali ke Indonesia. Volumenya nanti ditentukan. Nanti dilakukan pembahasan teknis. Yang jelas, 7 hari barang ini sudah jalan," katanya dalam konferensi pers di Kantor ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (19/9/2025).
Bahlil menjelaskan, pihaknya tidak bisa memberi izin bagi perusahaan-perusahaan swasta seperti Shell, BP AKR, dan VIVO karena pada tahun ini pemerintah telah memberikan tambahan 110 persen terhadap kuota impor swasta. Karenanya, Shell Cs pun setuju untuk membeli base fuel (bahan bakar dengan kadar oktan murni tanpa campuran aditif dari Pertamina).
Perusahaan swasta kemudian akan mencampur sendiri BBM murni yang telah diperoleh dari perusahaan minyak dan gas (migas) milik pemerintah itu di masing-masing tangki yang dimiliki. Sebab, sebagai bentuk kesepakatan, Shell Cs meminta agar pemerintah menyediakan BBM murni yang belum ditambahkan zat aditif apapun.
"Kuota impornya ini sudah diberikan 110 persen dibandingkan dengan tahun 2024. Contoh, kalau AKR dapat 1 juta kiloliter di 2024, maka di 2025 itu ditambahkan 10 persen, berarti 1 juta 100 kiloliter," tambah Bahlil.
Terkait dengan kualitas BBM, Pertamina dan perusahaan-perusahaan migas swasta juga disetujui untuk melakukan survei bersama (joint survey) sebelum pengiriman BBM. Sementara soal harga, Bahlil meminta agar kesepakatan impor dilakukan secara transparan dan tidak ada pihak yang dirugikan.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Golkar itu memastikan stok BBM di Indonesia aman untuk 18 hingga 21 hari ke depan.
"Jadi, nggak ada masalah menyangkut ketersediaan BBM. Namun, untuk SPBU swasta, cadangannya memang sudah menipis," kata Bahlil.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id
































