tirto.id - Dony Oskaria ditunjuk Prabowo menjadi pelaksana tugas (Plt) Menteri BUMN untuk gantikan Erick Thohir. Dony Oskaria sebelumnya merupakan Wakil Menteri BUMN yang juga menjabat COO Danantara.
Pengumuman penunjukan Dony Oskaria sebagai Plt Menteri BUMN dilakukan pada Jumat. Menurut Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, keputusan ini telah dikoordinasikan dengan semua pihak terkait.
"Atas petunjuk Bapak Presiden dan sudah kami sampaikan kepada pihak terkait, Plt ditunjuk wakil menteri atas nama Dony Oskaria untuk menjalankan Plt di Kementerian BUMN," tutur Prasetyo, dikutip dari Antara.
Menurut Mensesneg, penunjukan Dony Oskaria diharapkan dapat mempermudah proses pembenahan BUMN. Sebelumnya, Danantara menemukan banyaknya perusahaan plat merah yang melakukan window dressing atau memoles laporan keuangan agar tampak selalu profit.
"Harapannya, penugasan ini dapat mempercepat pembenahan BUMN yang tengah dilaksanakan Danantara," kata Prasetyo.
Lantas, seperti apa sosok Dony Oskaria yang baru saja ditunjuk sebagai Plt Menteri BUMN itu, bagaimana karier dan pendidikannya?
Profil Dony Oskaria Plt Menteri BUMN & Kariernya
Nama Dony Oskaria lekat dengan kiprahnya di sejumlah perusahaan BUMN di Indonesia. Setidaknya dalam satu dekade terakhir, kariernya berpindah dari satu BUMN ke BUMN yang lain.
Lahir di Tanjung Alam, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat pada 26 September 1969, Dony Oskaria memulai karier profesionalnya sebagai staf Bank Universal.
Dari sana, lulusan Jurusan Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran tahun 1994 itu meniti karier di dunia perbankan.
Pada 2004, ia pindah ke Bank Mega yang jadi titik balik kariernya. Di sana, karier Dony Oskaria merangkak naik. Dari Bank Mega selaku anak perusahaan, ia kemudian masuk ke perusahaan induk CT Corp.
Di dalam konglomerasi bikinan taipan Chairul Tanjung itu, Dony Oskaria sempat menduduki posisi sebagai CEO Hospitality & Entertainment CT Corp.
Posisi itu membuat Dony Oskaria mengurusi berbagai anak perusahaan CT Corp yang bergerak di bidang perhotelan, hiburan, dan pariwisata.
Pada periode masa tersebut, Dony Oskaria sempat melanjutkan pendidikannya di bidang bisnis dan mendapat gelar Master of Business Administration (MBA) dari The Asian Institute of Management di Filipina pada 2009.
Ketika CT Corp turut berinvestasi di Garuda Indonesia, Dony Oskaria kemudian dijadikan perwakilan CT Corp di maskapai plat merah itu. Pada 2014, ia dijadikan anggota Dewan Komisaris Garuda Indonesia.
Dony cukup lama berkecimpung di Garuda Indonesia. Sejak masuk pada 2014, ia terus di sana sebagai komisaris hingga 2019. Pada periode 2020-2021, ia masih terkait dengan Garuda Indonesia sebagai wakil direktur utama di sana.
Periode karier Dony Oskaria di Garuda Indonesia itu sejalan dengan periode dirinya makin merapat ke pemerintahan.
Pada 2016, saat masih jadi komisaris Garuda Indonesia, Dony ditunjuk presiden kala itu, Joko Widodo, sebagai anggota Dewan Penasehat Presiden Bidang Ekonomi dan Industri di Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN).
Sejak penunjukkan itu, keterlibatan Dony dalam pengembangan industri pariwisata nasional makin erat.
Posisinya di KEIN kemudian membuat Dony kembali dipercaya untuk mengurusi BUMN bidang pariwisata. Hal ini terjadi pada 2021, ketika dirinya ditunjuk jadi Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney, perusahaan induk dari sejumlah BUMN yang bergerak di bidang pariwisata.
Ketika Prabowo Subianto naik jadi presiden, Dony Oskaria masuk pemerintahan sebagai Wakil Menteri BUMN di Kabinet Merah Putih yang dibentuk pada Oktober 2024.
Di kabinet bikinan Prabowo itu, Dony bertugas untuk mendampingi Erick Thohir selaku Menteri BUMN.
Tak berselang lama dari penunjukannya sebagai Wakil Menteri BUMN, Dony Oskaria diangkat sebagai Wakil Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) pada November 2024.
Lalu, ketika Prabowo membentuk Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara pada Februari 2025, Dony Oskaria ditunjuk sebagai chief operating officer (COO) di sana.
Jabatan sebagai Wakil Menteri BUMN dan COO Danantara itu lalu Dony rangkap hingga kini.
Posisinya sebagai COO Danantara itu juga masih dipertahankan ketika Dony Oskaria ditunjuk Prabowo jadi Plt Menteri BUMN—menggantikan Erick Thohir yang dipindah jadi Menteri Pemuda dan Olahraga pada September.
Kekayaan Dony Oskaria di LHKPN
Berdasarkan laman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK, terakhir kali Dony Oskaria melaporkan kekayaannya adalah ketika ia diangkat sebagai Wakil Komisaris Utama Pertamina pada 2024.
Dalam laporan yang dilaporkan pada 2025 itu, Dony Oskaria melaporkan dirinya memiliki total kekayaan mencapai Rp33 miliar.
Dari total kekayaan tersebut, alokasi harta terbesar Dony Oskaria berasal dari lima properti dengan total nilai mencapai Rp19 miliar. Lima properti ini tersebar di wilayah Jakarta Selatan dan Padang.
Kemudian, kekayaan terbesar kedua Dony Oskaria adalah surat berharga yang memiliki nilai Rp14 miliar. Setelah itu terdapat harta berupa kas atau setara kasi dengan nilai Rp10 miliar.
Setelah itu, Dony Oskaria melaporkan hanya memiliki dua mobil, yakni Toyota Alphard dan Mini Cooper dengan total nilai Rp2,7 miliar.
Kemudian, Dony juga melaporkan memiliki kekayaan berupa harta bergerak lainnya senilai Rp840 juta dan utang senilai Rp15 miliar.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan
Masuk tirto.id


































