Menuju konten utama

SDN Tanggirejo Masuk Prioritas Program Revitalisasi Sekolah

Kemendikdasmen akan undang Kepala SDN Tanggirejo ke Jakarta untuk menandatangani PKS revitalisasi sekolah.

SDN Tanggirejo Masuk Prioritas Program Revitalisasi Sekolah
Foto udara kondisi ruang kelas yang atapnya ambruk di SD Negeri Tanggirejo, Tegowanu, Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (21/7/2026). Menurut pihak sekolah menyebutkan bahwa atap bangunan ruang kelas pertama kali ambruk pada Januari 2026 dan kembali mengalami kerusakan pada April 2026, sehingga demi menjamin keselamatan siswa kegiatan belajar mengajar dialihkan dengan sistem bergiliran menggunakan ruang kelas yang masih layak, ruang kelas yang disekat, serta memanfaatkan musala sebagai ruang belajar sementara. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan akan segera merevitalisasi SDN Tanggirejo di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, yang mengalami kerusakan bangunan sejak Januari 2026. Sekolah tersebut masuk dalam prioritas program revitalisasi sekolah yang menjadi salah satu agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Informal (PAUD PNFI) Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dinas pendidikan, hingga Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah untuk mempercepat proses revitalisasi.

“Saat ini kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari kepala sekolah, dinas pendidikan, hingga Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah untuk segera merevitalisasi sekolah tersebut," ujar Gogot dalam keterangannya, dikutip Sabtu (25/7/2026).

Sebagai tindak lanjut, Kemendikdasmen akan mengundang Kepala SDN Tanggirejo ke Jakarta untuk menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi sekolah.

Menurut Gogot, program revitalisasi sekolah menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui penyediaan sarana dan prasarana yang layak. Pemerintah menargetkan peserta didik dapat belajar di lingkungan yang aman dan nyaman.

Sementara itu, pada 2026, pemerintah memprioritaskan revitalisasi bagi tiga kategori sekolah, yakni sekolah yang terdampak bencana, sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah yang mengalami kerusakan berat.

“SDN Tanggirejo merupakan salah satu sekolah yang masuk dalam tiga prioritas utama penerima program revitalisasi. Kami berharap perbaikan sarana dan prasarana ini tidak hanya mengubah kondisi fisik bangunan sekolah, tetapi juga membangkitkan semangat belajar peserta didik dan mendorong peningkatan kualitas pendidikan," kata Gogot.

Secara nasional, pemerintah menargetkan revitalisasi 71.744 sekolah pada 2026, mencakup renovasi gedung pendidikan mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Target tersebut meningkat signifikan dibandingkan sasaran awal sebanyak 11.744 sekolah dengan dukungan anggaran Rp14 triliun.

Pemerintah kemudian menambah cakupan program untuk 60.000 satuan pendidikan lainnya sehingga total target revitalisasi mencapai 71.744 sekolah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, pada pertengahan Juni 2026 mengungkapkan sekitar 70 persen dari target awal revitalisasi 11.744 sekolah telah diselesaikan. Sejumlah proyek bahkan diproyeksikan rampung pada Juli hingga Agustus 2026 dan siap digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran 2026/2027.

"Bahkan, beberapa di antaranya sudah bisa selesai di bulan Juli atau Agustus, dan sudah bisa diresmikan untuk memulai tahun ajaran 2026/2027," ujar Mu'ti.

Ia menambahkan, program revitalisasi sekolah tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki infrastruktur pendidikan, tetapi juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Pemerintah menerapkan mekanisme swakelola dalam pelaksanaan revitalisasi sekolah. Dengan skema ini, proses pembangunan dilakukan langsung oleh masing-masing satuan pendidikan sehingga membuka peluang keterlibatan masyarakat sekitar dalam pekerjaan konstruksi maupun pengadaan kebutuhan pembangunan.

“Mereka yang mengerjakan revitalisasi untuk 71.744 sekolah itu sekitar 1,1 juta orang, yang akan bisa bekerja dalam rentang waktu antara 3 sampai 8 bulan," kata dia.

Baca juga artikel terkait SEKOLAH atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Abdul Aziz