Menuju konten utama

Hukum Meninggalkan Salat Jumat 3 Kali Berturut-turut dalam Islam

Hukum meninggalkan salat Jumat hingga tiga kali merupakan dosa besar. Bahkan, menurut hadis, bisa dianggap sebagai golongan orang kafir-munafik.

Hukum Meninggalkan Salat Jumat 3 Kali Berturut-turut dalam Islam
Umat Islam melaksanakan shalat Jumat di Masjid Jami Al Falah, Kendari, Sulawesi Tenggara. ANTARA FOTO/Andry Denisah/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Salat Jumat menjadi salah satu ajaran dalam agama Islam. Bahkan, perintah ini wajib dilakukan bagi kaum laki-laki yang sudah baligh. Namun demikian, tak jarang ada yang meninggalkan salat Jumat, bahkan hingga sampai 3 kali berturut-turut.

Salat Jumat merupakan perintah agama yang diwajibkan untuk setiap muslim. Seorang laki-laki, muslim, dan beriman yang sudah baligh, maka wajib melaksanakan salat Jumat di masjid secara berjemaah.

Kedudukan salat Jumat sangat istimewa. Surah dalam Al-Qur’an dinamai sesuai namanya, Jumuah. Isinya membahas tentang kewajiban muslim untuk mendirikan dan melaksanakan salat Jumat.

Dalam salah satu ayat surah Jumuah, ditegaskan dan diperintahkan pada umat Islam untuk ‘bersegera’ melaksanakan salat Jumat. Ini menunjukkan bahwa umat Islam wajib menyambut perintah salat Jumat dengan sukacita dan bersegera.

Ilustrasi Salat Jamaah

Ilustrasi Salat Jamaah. FOTO/iStockphoto

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ۝٩

yâ ayyuhalladzîna âmanû idzâ nûdiya lish-shalâti miy yaumil-jumu‘ati fas‘au ilâ dzikrillâhi wa dzarul baî‘, dzâlikum khairul lakum ing kuntum ta‘lamûn

Artinya:"Wahai orang-orang yang beriman, apabila (seruan) untuk melaksanakan salat pada hari Jumat telah dikumandangkan, segeralah mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui".

Kandungan ayat tersebut menyerukan agar melaksanakan salat Jumat, maka umat Islam wajib segera mengingat Allah Swt. Namun, ada saja umat Islam yang masih lalai dan tidak melaksanakan salat Jumat.

Dosa Tidak Shalat Jumat Tiga Kali

Shalat Jumat pertama pada bulan Ramadhan di Surabaya

Umat Islam melaksanakan shalat Jumat di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (20/2/2026). ANTARA FOTO/Didik Suhartono/bar

Salat Jumat merupakan perintah wajib dalam Islam untuk setiap laki-laki. Apabila seorang muslim tidak melaksanakan salat Jumat, maka bisa menjadi dosa besar yang harus diwaspadai dan segera disadari.

Konsekuensi dosa karena tidak salat Jumat dijelaskan dalam beberapa hadis Rasulullah saw. Setiap hadis menunjukkan bahwa meninggalkan salat Jumat, bahkan hingga sampai tiga kali, maka termasuk perbuatan dosa yang berat.

Salah satu hadis tersebut adalah "Siapa meninggalkan shalat Jumat tiga kali karena meremehkan, niscaya Allah menutup hatinya,” (HR At-Turmudzi, At-Thabarani, Ad-Daruquthni).

Dalam riwayat lain, perbuatan meninggalkan salat Jumat hingga tiga kali lantaran meremehkan, bisa saja menjadi penutup hari. “Siapa yang meninggalkan tiga kali shalat Jumat karena meremehkan, niscaya Allah akan menutup hatinya,” (HR Abu Dawud, An-Nasai, dan Ahmad).

Lebih dari pada itu, tidak salat Jumat sampai tiga kali bahkan bisa menjadikan seseorang dicap sebagai kafir nifaq/munafiq. Hadis tersebut berbunyi: “Siapa saja yang meninggalkan tiga kali ibadah shalat Jumat tanpa uzur, nisacaya ia ditulis sebagai orang kafir nifaq/munafiq,” (HR At-Thabarani).

Tak hanya itu, ancaman bagi seorang yang meninggalkan salat Jumat sampai tiga kali dapat digolongkan sebagai orang kafir-munafik. “Siapa yang mendengarkan azan pada tiga shalat Jumat, kemudian ia tidak menghadirinya, niscaya namanya ditulis ke dalam golongan orang kafir-munafik,” (HR At-Thabarani).

Ilustrasi Salat Jamaah

Ilustrasi Salat Jamaah. foto/istockphoto

Seorang muslim yang meninggalkan salat Jumat tanpa uzur atau tanpa darurat, maka bisa saja dianggap seperti keimanan orang kafir di zaman Rasulullah saw. Nifaq atau kemunafikan adalah salah satu dari empat jenis kekufuran.

Sebagaimana dijelaskan oleh Imam Al-Baghowi dalam tafsirnya Ma’alimut Tanzil fit Tafsir wat Ta'wil atas Surat Al-Baqarah ayat 6, tiga jenis kufur lain adalah kufur ingkar, kufur juhud, dan kufur inad.

Kufur nifaq termasuk kekafiran orang yang mengikrarkan Islam secara lisan, tetapi batinnya tidak beriman. Mereka yang masuk dalam kategori kufur ini adalah sebagian suku Aus, Khazraj, dan sebagian besar Yahudi Madinah.

Cara Taubat Menebus Dosa Tidak Shalat Jumat Tiga Kali

Tidak melaksanakan salat Jumat hingga tiga kali memiliki konsekuensi besar di sisi Allah Swt. Hal ini lantaran kedudukan hukum ibadah salat Jumat bagi laki-laki yang bersifat wajib.

Apabila sampai dalam keadaan meninggalkan salat Jumat tiga kali, seorang muslim harus bersegera mencari ampunan Allah Swt. Lantas, bagaimana cara taubat menebus dosa tidak salat Jumat tiga kali?

Salah satunya adalah dengan menjalankan salat Taubat Nasuha, yakni taubat yang sungguh-sungguh di hadapan Allah Swt. Taubat nasuha merupakan taubah yang dilakukan dengan sepenuh hati hanya mengharap ampunan dan rida Allah Swt.

Seorang muslim harus betul-betul menyadari kesalahan yang telah dilakukan dan memohon ampunan Allah Swt. sesegera mungkin. Ada tiga syarat utama yang wajib diperhatikan oleh setiap muslim yang hendak melaksanakan taubat nasuha.

Pertama, menyesali perbuatan dosa yang sudah dilakukan. Kedua, memiliki niat dan tekad untuk berhenti secara total dari kesalahan (dalam hal ini: meninggalkan salat Jumat). Ketiga alias terakhir, berjanji tidak akan mengulangi kembali kesalahan yang sama.

Ilustrasi Salat Berjamaah

Ilustrasi Salat. foto/Freepik

Selain Taubat Nasuha, juga disertai dengan melaksanakan salat wajib 5 waktu secara optimal dan memperbanyak salat sunah. Umat Islam tetap wajib memerhatikan amalan salah wajib, baik secara disiplin waktu maupun disiplin dalam tata urutan.

Melaksanakan salat wajib lima waktu harus disiplin sebab salat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki urutan kedua setelah syahadat. Perintah salat wajib lima waktu sehari berlaku untuk setiap muslim dan muslimah di mana pun berada, kapan pun, dan dalam keadaan apa pun.

Bahkan dijelaskan dalam sebuah hadis bahwa salat adalah tiang agama dan salat adalah amalan pertama yang dihisab. Selain mendirikan salat wajib, taubat nasuha juga perlu diiringi dengan meningkatkan salat sunah. Mulai dari salat duha, salat tahajud, hingga salat rawatib.

Amalan sunah dalam hal salat sunah rawatib diyakini turut memperbaiki kekurangan dari amalan ibadah wajib yang sudah dilaksanakan. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis:

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ الْمُسْلِمُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، الصَّلَاةُ الْمَكْتُوبَةُ، فَإِنْ أَتَمَّهَا، وَإِلَّا قِيلَ: انْظُرُوا هَلْ لَهُ مِنْ تَطَوُّعٍ؟ فَإِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعٌ أُكْمِلَتِ الْفَرِيضَةُ مِنْ تَطَوُّعِهِ، ثُمَّ يُفْعَلُ بِسَائِرِ الْأَعْمَالِ الْمَفْرُوضَةِ مِثْلُ ذَلِكَ

Artinya, “Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali dihisab pada hari Kiamat adalah shalat fardhu. Itu pun jika sang hamba menyempurnakannya. Jika tidak, maka disampaikan, “Lihatlah oleh kalian, apakah hamba itu memiliki amalan (shalat) sunnah?” Jika memiliki amalan shalat sunnah, sempurnakan amalan shalat fardhu dengan amal shalat sunnahnya. Kemudian, perlakukanlah amal-amal fardhu lainnya seperti tadi,” (HR. Ibnu Majah).

Kitab suci Al Quran

Kitab suci Al Quran . FOTO/iStockphoto

Cara penting lain dalam rangka taubat nasuha ialah terus memohon ampunan kepada Allah Swt. Memohon ampunan menjadi langkah penting dalam proses bertaubat.

Seorang muslim perlu memerhatikan baik-baik untuk senantiasa memohon ampun kepada Allah Swt. dengan memperbanyak istighfar dan berdoa dalam rangka mendekatkan diri pada Allah Swt.

Seluruh rasa penyesalan terhadap perbuatan dosa harus disertakan dalam hati demi menyadari kesalahan di hadapan-Nya. Doa yang dapat diamalkan dengan sepenuh hati dalam memohon ampunan kepada Allah Swt bisa berupa "Astaghfirullahal 'adzim alladzi laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaih."

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tidak ada Tuhan selain Dia, yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya."

Selain melafalkan doa tersebut, seorang muslim juga diperkenankan untuk memperbanyak zikir dan membaca Al-Qur’an dalam rangka mendekatkan diri pada Allah Swt.

Ilustrasi Zikir

Ilustrasi Zikir. FOTO/iStockphoto

Amal salih menjadi salah satu cara lain untuk mewujudkan niat diri demi bertaubat nasuha. Berbagai amal salih bisa diwujudkan untuk mengiringi langkah diri dalam bertaubat.

Contoh memperbanyak amal salih antara lain bisa berupa bersedekah kepada fakir miskin dan menolong sesama dalam berbagai bentuk kebaikan. Lalu memperbanyak membaca Al-Qur'an serta mengajak orang lain untuk selalu menjaga salat Jumat agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Komitmen diri menjadi salah satu hal penting dalam melaksanakan taubat nasuha. Melaksanakan taubat nasuha menunjukkan kesungguhan diri untuk tidak melakukan dosa dan kesalahan yang sama.

Shalat Jumat di Masjidil Haram jelang puncak musim haji

Shalat Jumat di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. ANTARA FOTO/Andika Wahyu/Spt.


Kecanggihan zaman dapat dimanfaatkan untuk membentengi diri supaya tidak mengulang kesalahan yang sama. Cara mengantisipasi agar tidak lagi meninggalkan salat Jumat bisa dilakukan dengan membuat pengingat di ponsel, berupa alarm dan penanda kalender.

Lantas meminta tolong orang terdekat untuk meningatkan dan mengajak orang-orang untuk salat Jumat bersama supaya lebih termotivasi. Cara lain adalah senantiasa meningkatkan ilmu agama dan bergaul dengan orang-orang salih.

Baca juga artikel terkait AGAMA ISLAM atau tulisan lainnya dari Nurul Azizah

tirto.id - Edusains
Kontributor: Nurul Azizah
Penulis: Nurul Azizah
Editor: Beni Jo