tirto.id - Silfester Matutina menuai sorotan usai jadi komisaris PT Pelindo Jasa Maritim hanya dalam kurun waktu 5 hari. Ia sebelumnya dikenal sebagai mantan relawan dalam Pemilu 2024. Siapa sebenarnya Silfester?
Sebelumnya, jabatan komisaris yang diemban Silfester hanya selama 5 hari itu telah dikonfirmasi oleh PT Pelindo Jasa Maritim (PJM). Perusahaan pelat merah itu menjelaskan bahwa Silfester Matutina memang pernah menjabat sebagai komisaris independen di perusahaan itu.
Jabatan itu diberikan kepada Silfester pada 18 September 2026. Penunjukan Silfester dilakukan melalui keputusan para pemegang saham.
Namun, lima hari berselang, tepatnya pada 23 September 2026, Silfester dicopot dari jabatan tersebut. Keputusan ini juga diambil oleh para pemegang saham PT Pelindo Jasa Maritim. Hal ini membuat Silfester Matutina tercatat sebagai komisaris independen tersingkat di PT Pelindo Jasa Maritim.
Pihak perusahaan menjelaskan, pencopotan dilakukan berdasarkan evaluasi dan pertimbangan internal para pemegang saham. Namun, sejauh ini pihak perusahaan tak merinci hasil evaluasi tersebut.
PT Pelindo Jasa Maritim sendiri merupakan anak usaha dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero). Perusahaan ini bergerak di bidang penyediaan dan pengelolaan jasa maritim untuk operasional pelabuhan.
Profil Silfester Matutina
Sebelum menjadi komisaris dengan masa jabatan terpendek, Silfester dikenal sebagai pihak yang aktif dalam organisasi relawan politik. Ia dikenal aktif dalam Solidaritas Merah Putih (Solmet), kelompok relawan pendukung Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2014.
Sejak Pilpres 2014 itu, nama Silfester kemudian muncul dalam perbincangan publik tiap kali pemilu menjelang. Ia kerap dihadirkan media massa untuk dimintai keterangan sebagai pendukung pemerintahan Joko Widodo.
Hal itu berlangsung sepanjang dua periode pemerintahan Joko Widodo. Namun, pada 2024, dukungan Silfester berpindah dari Jokowi ke Prabowo Subianto, calon presiden yang kala itu berpasangan dengan anak Jokowi, Gibran Rakabuming Raka.
Selama masa pemilu itu, Silfester ikut tergabung dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran. Ia menjadi wakil ketua pada kelompok pendukung Prabowo-Gibran tersebut.
Pasangan Prabowo-Gibran kemudian memenangkan Pemilu 2024 dan menjabat sebagai presiden dan wakil presiden. Seiring hal ini terjadi, karier Silfester turut terkerek.
Pada 2025, Menteri BUMN kala itu, Erick Thohir, mengangkat Silfester sebagai Komisaris Independen ID Food (PT Rajawali Nusantara Indonesia).
Akan tetapi, Silfester juga merupakan sosok yang kontroversial. Pada 2017, ia sempat berurusan secara hukum dengan Wakil Presiden RI kala itu, Jusuf Kalla (JK).
Ia membuat orasi yang dianggap sebagai fitnah dan pencemaran nama baik oleh pihak JK. Hal itu kemudian berujung pada pelaporan Silfester ke polisi.
Pada 2019, Kejaksaan Agung memberikan vonis pada Silfester berupa hukuman penjara selama 1,5 tahun karena kasus fitnah terhadap JK. Namun, Silfester tak kunjung menjalani hukumannya.
Hukuman itu belum juga dijalani Silfester ketika diangkat jadi komisaris ID Food pada 2025. Padahal, pihak kejaksaan telah menyatakan vonis Silfester telah berkekuatan hukum tetap.
Pada 2026 ini, Silfester masih melenggang bebas dan belum dipenjara. Di sisi lain, ia telah ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Pelni Jasa Maritim pada 18 September 2026, namun diberhentikan lima hari kemudian.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id

































