tirto.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan Sisa Anggaran Lebih (SAL) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir 2024 tercatat senilai Rp457,5 triliun. Angka ini selisih Rp2 triliun dari SAL yang ditetapkan pada awal 2024 yang sebesar Rp459,5 triliun.
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, menjelaskan, sebelum menggunakan SAL untuk mendukung program-program prioritas Kabinet Merah Putih, ia telah mengomunikasikannya terlebih dulu dengan Presiden Prabowo yang masih berstatus sebagai presiden terpilih saat itu.
“Dari laporan SAL, Saldo Anggaran Lebih, terlihat bahwa saldo akhir tahun, Saldo Anggaran Lebih 2024 adalah sebesar Rp457,5 triliun. Kami dapat komunikasikan kepada Banggar, nilai SAL ini pun kami komunikasikan waktu itu dengan Presiden Terpilih,” jelasnya kepada Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar DPR) RI, dalam Rapat Kerja, di Komplek Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa (15/7/2025).
Seiring dengan baru terpilihnya Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2024-2029, Sri Mulyani yang menjabat sebagai Menteri Keuangan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo lantas memutuskan untuk menanyakan kepada Prabowo, berapa saldo kas yang masih dianggapnya aman.
Sehingga, sisa anggaran yang ada dapat digunakan untuk menjadi penyangga fiskal, terutama dalam masa transisi pemerintahan dan di tengah gejolak ekonomi dan geopolitik global yang saat itu terjadi.
“Karena waktu itu, kami sebagai Menteri Keuangan dari pemerintahan sebelumnya, sebelum ada kabinet baru, kami menanyakan kepada Presiden Terpilih, preferensi beliau mengenai berapa saldo kas yang beliau anggap aman,” kata Sri Mulyani.
Selain itu, komunikasi yang dijalaninya dengan Presiden Terpilih juga merupakan salah satu bentuk transisi pemerintahan yang baik. Kini, dengan SAL akhir sebesar Rp457,5 triliun, Bendahara Negara itu menganggap saldo kas negara masih tetap berada pada level yang memadai.
“Dan berfungsi sebagai penyangga fiskal dalam menghadapi berbagai risiko dan ketidakpastian ke depan,” tulis Sri Mulyani, dalam bahan paparannya.
Sebagai informasi, pada 2023 SAL Awal ditetapkan sebesar Rp478,9 triliun, lebih tinggi dari SAL Awal yang ditetapkan untuk Tahun 2024. Namun, hingga akhir tahun, saldo kas negara tersebut hanya tersisa Rp459,5 triliun setelah digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk menutup kekurangan pembiayaan APBN.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id





































