tirto.id - Kementerian Keuangan akan menambah tiga lembaga baru yang terdiri atas dua direktorat jenderal dan satu badan dalam struktur organisasi mereka pada 2026. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (14/7/2025).
Bendahara negara ini mengungkapkan bahwa tambahan dua Ditjen ini merupakan hasil dari pemecahan Badan Kebijakan Fiskal (BKF). BKF akan dipecah menjadi dua Ditjen, yaitu Ditjen Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) serta Ditjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (DJSPSK).
Di samping itu, akan dibentuk satu badan, yaitu Badan Teknologi, Informasi, dan Intelijen Keuangan (BaTii).
"Di belakang Dirjen DJSEF yang dulu namanya BKF dipecah menjadi dua. Dirjen DJSEF Pak Febrio Kacaribu dan Dirjen DJPSPSK Bu Masita Kristalin. Kemudian BaTii yaitu Badan Teknologi Informasi dan Intelijen Pak Suryo," katanya.
Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan bahwa dua Ditjen hasil pemecahan BKF ini nantinya akan bertugas menjalankan pekerjaan yang sebelumnya diemban BKF.
"Kedua (Ditjen) ini kurang lebih melanjutkan pekerjaan yang dulu dilakukan oleh BKF dan kemudian ada BaTii Yang kemudian adalah untuk menjadi tulang punggung dari IT Kementerian Keuangan A harus lebih kuat dan lebih integratif," ujarnya.
Adapun dengan adanya tambahan Ditjen dan badan baru di tubuh kementerian ini, Kementerian Keuangan pun meminta tambahan anggaran dalam pagu 2026 sebesar Rp4,88 triliun.
Rinciannya, Rp41,32 miliar akan dipakai untuk menunjang kebutuhan dasar unit eselon I yang baru ini. Sisanya, Rp1,2 triliun untuk dukungan pencapaian target penerimaan; Rp1,74 triliun untuk layanan mandatori dan prioritas; serta Rp1,90 triliun untuk belanja TIK yang belum terdanai.
Dengan demikian, keseluruhan pagu anggaran yang diajukan untuk Tahun Anggaran 2026 adalah sebesar Rp52,02 triliun.
"Dan ini kami usulkan sebagai alokasi anggaran yang optimal untuk melaksanakan tugas dan fungsi selaku pengelola fiskal," ucap Suahasil.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































