Menuju konten utama

Kemenkeu Tarik Utang Baru, Cadangan Devisa Naik ke US$152,6 M

Kenaikan posisi cadangan devisa tersebut antara lain bersumber dari penerimaan pajak dan jasa, serta penerbitan surat utang global (gloal bond) pemerintah.

Kemenkeu Tarik Utang Baru, Cadangan Devisa Naik ke US$152,6 M
Refleksi warga antre mendaftar melalui aplikasi untuk pelayanan penukaran uang baru di halaman Gedung Memoribilia Bank Indonesia Muaro, Padang, Sumatera Barat, Selasa (19/3/2024). Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumbar menyiapkan Rp3,6 triliun uang baru layak edar untuk melayani kebutuhan masyarakat saat Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1445 hijriyah yang bisa ditukarkan di 156 titik di provinsi itu. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/rwa.

tirto.id - Bank Indonesia (BI) mencatat, cadangan devisa pada akhir Juni 2025 senilai 152,6 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Nilai tersebut naik tipis dari posisi cadangan devisa di bulan sebelumnya yang sebesar 152,5 miliar dolar AS.

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2025 tercatat sebesar 152,6 miliar dolar AS, sedikit meningkat dibandingkan posisi pada akhir Mei 2025 sebesar 152,5 miliar dolar AS," kata Direktur Eksekutif Departmen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resminya, dikutip Senin (7/7/2025).

Menurutnya, kenaikan posisi cadangan devisa tersebut antara lain bersumber dari penerimaan pajak dan jasa, serta penerbitan surat utang global (gloal bond) pemerintah. Adapun penerbitan surat utang tersebut dilakukan di tengah kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai respons Bank Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi.

Posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2025 itu setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Tidak hanya itu, posisi cadangan devisa tersebut masih berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," tambah Ramdan.

Di sisi lain, Bank Indonesia memandang posisi cadangan devisa tersebut juga masih memadai untuk mendukung ketahanan sektor eksternal, sejalan dengan prospek ekspor yang tetap terjaga, neraca transaksi modal dan finansial yang diprakirakan tetap mencatatkan surplus, serta persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik dan imbal hasil investasi yang menarik.

Meski begitu, Bank Indonesia akan terus bersinergi dengan pemerintah untuk menjaga agar ekonomi nasional tetap stabil.

"Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tutup Ramdan.

Baca juga artikel terkait CADANGAN DEVISA atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana