Menuju konten utama

Rosan Sebut Banyak Investor Korsel Lanjutkan Investasi di RI

Menurut Rosan di tengah ketidakpastian geopolitik global, minat investasi dari Korea Selatan terhadap Indonesia justru terus meningkat.

Rosan Sebut Banyak Investor Korsel Lanjutkan Investasi di RI
Tangkapan layar - Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2026). (ANTARA/Youtube Sekretariat Presiden)

tirto.id - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, menilai rangkaian kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan berlangsung sangat produktif.

Kunjungan tersebut bahkan berhasil meningkatkan kepercayaan investor global terhadap Indonesia.

Keterlibatan langsung Prabowo dalam berdialog dengan pelaku usaha menjadi faktor kunci yang mendorong respons positif dari dunia usaha ini.

“Mereka bisa menyampaikan langsung ke Bapak Presiden inputnya, kemudian feedback-nya, dan juga apa kendala-kendalanya yang memang mereka ada di Indonesia dan Bapak Presiden sangat responsif dan sangat terbuka. Dan ini sangat-sangat direspons positif oleh dunia usaha,” ujar Rosan usai menghadiri forum Indonesia-Korea Partnership for Resilient Growth, di Seoul, Korea Selatan, dikutip akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (2/4/2026).

Kepercayaan dunia usaha kepada Indonesia ini salah satunya tercermin dari banyaknya investor yang telah beroperasi di Indonesia kini justru berkomitmen untuk memperluas investasinya ke tahap berikutnya.

Selain itu, kemampuan Indonesia dalam menjaga stabilitas politik dan ekonomi merupakan salah satu faktor utama yang diakui oleh investor sebagai fondasi penting dalam pengambilan keputusan investasi jangka panjang.

Perusahaan kaca terkemuka asal Korea Selatan KCC Glass, anak usaha raksasa baja POSCO asal Korea Selatan POSCO International dan beberapa perusahaan lain yang akan masuk ke fase kedua adalah contoh investor yang terus melanjutkan penanaman modalnya di Tanah Air.

“Karena itu adalah modal utama dari setiap investasi yang merupakan long term commitment kepada Indonesia. Dan ini juga diakui oleh mereka semua sehingga investasi yang masuk itu mereka malah menyampaikan untuk yang fase kedua,” jelasnya.

Rosan menambahkan di tengah ketidakpastian geopolitik global, minat investasi dari Korea Selatan terhadap Indonesia justru terus meningkat. Secara rata-rata, investasi Republik Korea tumbuh sekitar 14 persen per tahun, sementara Jepang sekitar 8–9 persen per tahun.

Kehadiran Danantara sebagai dana kekayaan negara alias sovereign wealth fund (SWF) Indonesia turut meningkatkan kepercayaan investor untuk melakukan investasi bersama (co-investment) ini.

“Kami (Danantara) memang dalam proses menindaklanjuti untuk investasi bersama-sama dengan Lotte Chemical dan juga dengan POSCO dengan nilai investasinya kurang lebih itu bersama-sama bisa mencapai 6 miliar dolar Amerika,” ungkapnya.

Rosan pun menegaskan bahwa pemerintah akan terus menindaklanjuti berbagai kesepakatan yang telah dicapai agar segera terealisasi dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional.

“Kami meyakini ke depannya investasi yang masuk ke Indonesia ini akan terus berkembang, dan memberikan, kembali lagi yang Pak Presiden sampaikan, manfaat untuk kita semua,” tandasnya.

Baca juga artikel terkait INVESTOR KORSEL atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Bayu Septianto