tirto.id - Indonesia telah resmi menjadi anggota aliansi kerja sama ekonomi dan politik negara-negara berkembang: BRICS. Sebagai komitmen atas hal tersebut, Indonesia pun ikut berinvestasi di bank pembangunan global—New Development Bank—yang dibentuk aliansi tersebut.
Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pemerintah akan menggelontorkan investasi sebesar 1 miliar dolar AS atau setara dengan Rp16,6 triliun (Rp16.615/US$) untuk modal awal.
“Maka bergabungnya Indonesia juga ditindaklanjuti dengan bergabung kepada New Development Bank, dan pemerintah sudah sepakat untuk memberikan dana 1 miliar dolar AS untuk investasi New Development Bank,” katanya di acara Kadin, di Jakarta, dikutip Selasa (2/12/2025).
Dengan demikian, sambungnya, setelah bergabung sebagai anggota ke-10 BRICS, Indonesia pun langsung berpartisipasi sebagai anggota dengan berinvestasi pada bank pembangunan saingan IMF dan World Bank itu.
“Jadi kita menjadi anggota dan langsung berpartisipasi aktif dalam persiapan New Development Bank,” ujarnya.
Lebih jauh, Airlangga mengungkapkan bahwa dengan bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS akan menciptakan pasar baru bagi produk-produk unggulan Indonesia.
Di samping itu, keanggotaan negara-negara berkembang di dalamnya juga berpeluang untuk menjalin kerja sama strategis secara ekonomi dan politik.
“BRICS ini merupakan akses pasar baru. Dengan BRICS kita juga melihat merupakan potensi kerjasama Global South. Sebagai konsekuensi Indonesia memimpin konferensi Asia-Afrika maka normal dengan BRICS ini ada China, ada India, ada Brazil, ada Rusia,” tuturnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































