Menuju konten utama

Putri Eks Presiden Afsel Bujuk Pria Dukung Rusia Lawan Ukraina?

Putri eks Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma, Duduzile Zuma-Sambudla, dilaporkan kepada polisi atas dugaan kasus penipuan 17 pria agar ikut Rusia berperang.

Putri Eks Presiden Afsel Bujuk Pria Dukung Rusia Lawan Ukraina?
Putri eks Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma, Duduzile Zuma Sambudla. instagram/duduzilezuma_sambundla
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Putri eks Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma, Duduzile Zuma-Sambudla, serta dua orang lainnya, Siphokazi Xuma dan Blessing Khoza dilaporkan kepada polisi atas dugaan kasus penipuan 17 pria untuk ikut Rusia berperang.

Duduzile Zuma-Sambudla merupakan Anggota Majelis Nasional Afsel dari Partai MkhontoWesizwe. Ia dilaporkan oleh putri Jacob Zuma lainnya, Nkosazana Zuma-Mncube, pada Sabtu (22/11/2025).

“Para pria ini dibujuk ke Rusia dengan dalih palsu dan diserahkan kepada kelompok mercenary (tentara bayaran) Rusia untuk bertempur di perang Ukraina tanpa sepengetahuan atau persetujuan mereka. Di antara 17 pria ini, yang meminta bantuan pemerintah Afrika Selatan, terdapat delapan anggota keluarga saya,” kata Zuma-Mncube dikutip dari The Guardian.

Juru Polisi Afrika Selatan, AthlendaMathe, mengonfirmasi bahwa surat pernyataan telah diajukan oleh saudara perempuan Zuma-Sambudla, Nkosazana Bonganini Zuma-Mncube.

Para pria dijanjikan pelatihan keamanan di Rusia tetap mereka justru terlibat dalam konflik antara Rusia dan Ukraina.

Bloomberg mencatat adanya laporan serupa terhadap Duduzile Zuma-Sambudla pada awal pekan ini.

Partai Democratic Alliance berencana mengajukan tuntutan pidana terhadap Zuma-Sambudla di Markas Polisi Pusat Cape Town pada Kamis (26/11).

"DA sepenuhnya mendukung penyelidikan Hawks, dan jika bukti menunjukkan bahwa undang-undang dilanggar – termasuk perdagangan manusia, penipuan, atau aktivitas militer asing ilegal – maka hukum harus ditegakkan dan penuntutan harus dilakukan," tutur juru bicara Pertahanan dan Veteran Militer dari Partai AD, Chris Hattingh, seperti dituliskan Polity.

Putri Eks Presiden Afsel Bujuk 17 Pria Ikut Perang Rusia Ukraina?

Juru bicara unit kejahatan serius Hawks, Kepolisian Afsel, Thandi Mbambo, mengatakan bahwa penyelidikan masih di tahap awal. Belum banyak yang dapat dilaporkan, kecuali penyelidikan yang sedang berlangsung.

"Penyelidikan dalam hal ini masih berada pada tahap awal, dengan berkas kasus diterima pada Minggu," tutur unit yang menangani kasus tersebut.

BBC memberitakan bahwa pemerintah Afsel sebelumnya telah menerima panggilan darurat dari 17 warganya yang bergabung dalam pasukan mercenary. Mereka terjebak di wilayah Donbas, Ukraina yang dilanda perang.

Menteri Luar Negeri Afrika Selatan, Ronald Lamola, menyatakan bahwa upaya diplomatik sedang dilakukan dengan Rusia dan Ukraina untuk memulangkan para korban.

Berdasarkan hukum Afrika Selatan, ilegal bagi warga negara untuk menawarkan bantuan militer atau berpartisipasi sebagai tentara asing tanpa izin pemerintah.

Tuduhan kasus di atas menambah masalah hukum bagi Duduzile Zuma-Sambudla. Ia sedang diadili atas dugaan keterlibatan dalam terorisme.

Baca juga artikel terkait KONFLIK RUSIA UKRAINA atau tulisan lainnya dari Syamsul Dwi Maarif

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Yantina Debora