Menuju konten utama

Purbaya Yakin World Bank Salah Hitung Proyeksi Ekonomi RI 4,7%

Kesalahan hitung World Bank, menurut Purbaya, disebabkan asumsi terhadap harga minyak dunia yang masih tinggi imbas perang Iran dengan AS dan Israel.

Purbaya Yakin World Bank Salah Hitung Proyeksi Ekonomi RI 4,7%
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kanan) memberikan tanggapan saat memimpin sidang aduan kanal Debottlenecking Satgas P2SP di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Sidang tersebut beragendakan membahas dan mengambil keputusan untuk menyelesaikan masalah hambatan usaha dari tiga aduan tentang permasalahan PT Samator Indo Gas Tbk, PT Kairos Indah Sejahtera dan PT Galang Bumi Industri. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, menduga bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dikeluarkan oleh World Bank (Bank Dunia) dinilai keliru. Bahkan, ia menyebut lembaga tersebut telah melakukan dosa besar karena menimbulkan sentimen negatif terhadap perekonomian nasional.

Pasalnya, World Bank memperkirakan rata-rata pertumbuhan ekonomi RI hanya mencapai 4,7 persen sepanjang tahun 2026. Menurutnya, angka tersebut jauh dari realitas yang ada di lapangan.

"Kan kuartal pertama saja mungkin 5,5-5,6 persen atau lebih. Berarti World Bank menghitung kita mau resesi," ujar Purbaya di Kemenkeu, Jakarta, Kamis (9/4/2026). "Saya pikir World Bank salah hitung," imbuhnya.

Ia merasa, kesalahan hitung tersebut disebabkan asumsi World Bank terhadap harga minyak dunia yang masih tinggi imbas perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Ia optimistis begitu harga minyak kembali ke level normal, prediksi lembaga tersebut akan berubah.

"Kalau sebulan dari sini harga minyak turun ke level normal lagi, World Bank pasti akan berubah prediksinya," ucapnya.

Namun, Purbaya tak hanya mempersoalkan ketepatan angka. Ia menyoroti dampak psikologis dari prediksi tersebut terhadap kepercayaan publik dan pelaku usaha.

Ia menyebut, dengan proyeksi yang lebih rendah dari perkiraan awal itu akan menciptakan sentimen negatif bagi pelaku pasar

"Tapi dia sudah melakukan dosa besar. Dia menimbulkan sentimen negatif ke kita. Nanti saya tunggu permintaan maaf dari mereka ketika harga minyak sudah balik lagi ke level yang normal, kalau dia mengubah prediksi ekonominya lagi," tuturnya.

Kendati demikian, Purbaya memastikan pemerintah tidak akan hanya bergantung pada koreksi prediksi lembaga internasional. Ia bilang akan mengoptimalkan seluruh mesin ekonomi nasional, menjaga stabilitas sistem keuangan, serta memperbaiki iklim investasi.

"Yang penting bagi kita adalah memastikan program-program yang memang baik, sistem keuangan siap untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan iklim investasi membaik. Saya pikir dengan usaha seperti itu, nanti juga pertumbuhan ekonomi akan berbalik," jelasnya.

Purbaya pun sesumbar memiliki sejumlah "jurus" yang dapat membalikkan proyeksi Bank Dunia tersebut.

"Mungkin saja World Bank betul. Tapi saya gak tahu, yang jelas kalau di angka saya sih sedang membaik. Dan akan kita jaga terus. Mungkin World Bank belum tahu jurus-jurus asia saya," imbuhnya.

Baca juga artikel terkait PURBAYA YUDHI SADEWA atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana