tirto.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) tak akan mengganggu independensi bank sentral.
Menurutnya, apa yang dijalankan otoritas fiskal dan moneter saat ini tetap mengacu pada praktik-praktik terbaik global serta berlaku di negara-negara maju.
“Karena Jepang juga mempraktikkan hal yang sama. Mungkin negara lain juga mempraktikkan hal yang sama. Faktanya, kami mengadopsi kebijakan semacam itu, regulasi semacam itu dari Jepang, Selandia Baru, dan negara-negara lain," ucapnya saat menjadi pembicara dalam kegiatan Indonesia Economi Summit di Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).
Purbaya juga menekankan bahwa kompetensi tetap menjadi penilaian utama seseorang di jabatan pemerintahan alih-alih hubungan kekerabatan. Di samping itu, koordinasi antara fiskal dan moneter juga ditempuh melalui jalur koordinasi resmi tanpa saling memengaruhi.
“Jadi, kami menjalankan kebijakan moneter dan fiskal secara terpisah. Ini masih satu negara, kami tidak ingin ada negara dalam negara," tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Purbaya juga berkelakar saat merespons rentetan pertanyaan dari moderator acara. Pasalnya, meski telah menegaskan ihwal independensi BI, ia tetap dicecar pertanyaan apakah pemerintah tidak menjaga citranya di hadapan investor dengan terpilihnya Thomas.
Ia lantas memotong pertanyaan lanjutan dari sang moderator, Haslinda Amin, yang menurutnya "menyerang" dengan bertubi-tubi pertanyaan terkait Thomas. "Boleh gua ngomong gini? Boleh? Ini [Haslinda] nyerang gue terus nih," tuturnya.
Boleh gua ngomong gini? Boleh? Ini [Haslinda] nyerang gue terus nih
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id


































