Menuju konten utama

Pemerintah Rogoh Rp60 Miliar untuk Ubah Sampah Jadi Listrik

Namun, dana tersebut termasuk juga untuk anggaran kebersihan kota Surabaya.

Pemerintah Rogoh Rp60 Miliar untuk Ubah Sampah Jadi Listrik
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam acara Indonesia Fiscal Forum 2026. tirto.id/Hendra
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan pemerintah pusat telah menggelontorkan dana sekitar Rp60 miliar untuk pembangunan proyek Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Surabaya. Namun, dana tersebut termasuk juga untuk anggaran kebersihan kota Surabaya.

"Kalau yang saya tahu, kayak di Surabaya itu (dana yang digelontorkan untuk proyek WtE) itu Rp60 miliar. Pemerintah Pusat bayar, tapi itu sekalian biaya kebersihan," kata dia kepada para pewarta, di sela Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026, di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/1/2026).

Meski begitu, Purbaya tidak menyebutkan berapa besar dana yang disiapkan pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk proyek WtE. Namun, ia memastikan biaya proyek untuk menanggulangi masalah sampah ini akan lebih banyak ditanggung oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).

"Oh, saya gak tahu, yang sebagian itu dikerjakan Danantara kan. Nanti ada sebagian yang dibayar oleh APBN," ucapnya.

Terlepas dari itu, seiring dengan daruratnya masalah sampah, pengeluaran untuk pengelolaan sampah dari kantong APBN tidak bisa dihindari. Karenanya, setiap tahunnya, pemerintah pusat menggelontorkan dana kepada daerah untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama di kota-kota besar dan destinasi wisata.

“Jadi kita harus mengeluarkan uang untuk menjaga kebersihan lingkungan kota-kota kita, termasuk nanti di Bali,” ujarnya.

Soal Bali, Purbaya mengungkapkan, proyek pengelolaan sampah di Pulau Dewata telah tertunda bertahun-tahun imbas perbedaan kepentingan antarpemerintah daerah. Hal itu lantas membuat kebersihan lingkungan Bali menjadi korban.

“Bali itu sudah bertahun-tahun debat terus, karena antar Pemda-nya berantem, enggak jadi-jadi proyek sampahnya. Akhirnya jadi begitu kotor sekali Bali,” ucap dia.

Baca juga artikel terkait SAMPAH atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Farida Susanty