Menuju konten utama

Purbaya Curhat Dimaki-maki di TikTok Imbas Rupiah Jeblok

Purbaya meminta publik untuk melihat pelemahan rupiah secara proporsional.

Purbaya Curhat Dimaki-maki di TikTok Imbas Rupiah Jeblok
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan saat mengikuti rapat koordinasi pemulihan pascabencana di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026). Dalam rapat tersebut Satuan Tugas (Satgas) DPR RI dan pemerintah memutuskan untuk memperlancar dana tanggap darurat dalam penanganan bencana guna menghindari birokrasi yang berbelit-belit. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku kerap mendapat kritik pedas hingga makian dari pengguna platform sosial media TikTok imbas anjloknya nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Di tengah meningkatnya dinamika global dan tensi geopolitik, tekanan pada sektor keuangan domestik disebut masih dalam batas yang manageable. Meski demikian, Purbaya mengakui bahwa gejolak rupiah menjadi perhatian publik, termasuk di jagat maya.

"Walaupun di TikTok saya dimaki-maki orang katanya, 'hey Pak Purbaya, menteri keuangan, kerjanya apa aja lu, tuh rupiah lihatin'," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Purbaya meminta publik untuk melihat pelemahan rupiah secara proporsional. Ia menjelaskan bahwa depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sejak konflik Israel-AS vs Iran tercatat sebesar 0,3 persen. Angka ini dinilai lebih baik dibandingkan negara tetangga.

"Kalau Anda lihat itu, nilai tukar [rupiah terhadap] dolar AS, depresiasinya sejak perang, kita lihat terdepresi sebesar 0,3 persen. Jauh lebih baik dari mata uang negara-negara di sekeliling kita. Malaysia -0,5 persen, Thailand -1,6 persen, dan lain-lain. Jadi kita masih lumayan," paparnya.

Menurut Purbaya, pelemahan rupiah harus dibaca secara utuh dengan membandingkan kinerja mata uang berbagai negara. Hal ini mencerminkan ketahanan eksternal Indonesia serta koordinasi fiskal-moneter yang kuat.

"Jadi bukan lihat levelnya aja, tapi kita lihat berapa dampak ke pelemahannya. Dari situ sih kita masih lumayan," tambahnya.

Purbaya menegaskan bahwa meski ada tekanan eksternal, fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga. Ia meyakini kebijakan fiskal dan moneter yang dijalankan pemerintah dan bank sentral sudah berada di jalur yang tepat.

"Kita masih oke, artinya kita masih dianggap menjaga kebijakan fiskal dan moneter yang baik dan fondasi ekonomi kita yang baik," ucapnya.

Adapun, nilai tukar rupiah dibuka menguat ke level Rp16.859 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Rabu (11/3/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah menguat empat poin atau 0,02 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Baca juga artikel terkait PURBAYA YUDHI SADEWA atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Flash News
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana