tirto.id - KH Anwar Iskandar kembali menjadi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk periode 2025–2030, setelah keputusan resmi dalam Musyawarah Nasional (Munas) XI yang digelar di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, (22/11).
Melansir Antara, Sidang Pleno ke-12 Munas XI dipimpin oleh Ketua Steering Committee (SC) Munas, KH Masduki Baidlowi, sementara pembacaan hasil formatur disampaikan oleh Buya Amirsyah Tambunan.
Posisi KH Anwar Iskandar sebagai Ketua Umum sebelumnya dimulai pada 2023, saat ia menggantikan KH Miftachul Akhyar, dan kini ia kembali dipercaya memimpin MUI. Ia menegaskan bahwa periode 2020–2025 telah menjadi landasan penting bagi MUI dalam merespons berbagai tantangan umat.
“LPJ dari tahun 2020 bukan hanya pada 2023. Dua tahun dipimpin KH Miftachul Akhyar, dan tiga tahun berikutnya saya melanjutkan amanah itu. Lima tahun terakhir menjadi fondasi yang kuat bagi MUI untuk menghadapi tantangan ke depan,” ujarnya.
Profil KH Anwar Iskandar, Ketua MUI Baru yang Terpilih Lagi
Muhammad Anwar Iskandar atau yang dikenal sebagai KH Anwar Iskandar, lahir pada 24 April 1950, merupakan seorang ulama dan kiai, sekaligus Wakil Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Saat ini, ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk periode 2025-2030.
Pengasuh Ponpes Al-Amien Kediri ini kembali terpilih sebagai ketua MUI melalui mekanisme musyawarah mufakat dengan sistem Ahlul Halli wal Aqdi atau formatur. Dalam proses tersebut, ditetapkan 19 orang sebagai anggota formatur, seperti dilansir Antara.
KH Anwar Iskandar lahir dari pasangan Kiai Iskandar dan Siti Robi’ah Al Adawiyah. Ia menikah pertama kali pada 1975 dengan Qoni’atus Zahro, putri pimpinan Pondok Pesantren Assa’idiyah, dan menikah kedua kali pada 1990 dengan Yayan Handayani.
Pendidikan Anwar Iskandar muda dimulai dari bimbingan ayahnya, pendiri Pondok Pesantren Mambaul Ulum Banyuwangi. Ia mempelajari ilmu agama dan mengikuti pendidikan formal hingga lulus Madrasah Aliyah pada 1964.
Pada 1967, ia melanjutkan pendalaman ilmu di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri selama empat tahun di bawah asuhan KH Mahrus Aly. Ia juga sempat belajar di beberapa pesantren lain, seperti Al-Falah Ploso dan Al-Anwar Sarang.
KH Anwar Iskandar kemudian meraih gelar sarjana muda di Universitas Islam Tribakti Lirboyo pada 1969, sebelum melanjutkan studi sarjana di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 1970. Usai menyelesaikan pendidikan, ia memilih berdakwah di Kota Kediri.
Selain berkiprah di organisasi masyarakat dan dakwah, KH Anwar Iskandar juga sempat aktif di bidang politik. Ia pernah menjabat sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) utusan Jawa Timur pada 1998 dan Ketua DPP Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) pada 2008.
KH Anwar Iskandar dianugerahi penghargaan Bintang Mahaputera Pratama dari Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, pada Senin (25/8). Penghargaan ini diberikan sebagai penghormatan atas kontribusinya terhadap kepentingan kebangsaan.
Susunan Pengurus MUI Terbaru Periode 2025-2030
Proses pemilihan ketua umum dan penyusunan kepengurusan MUI dilakukan melalui beberapa tahap, mulai dari pemilihan dan penetapan formatur hingga penyusunan Dewan Pimpinan dan Dewan Pertimbangan.
Jumlah formatur yang ditetapkan ialah 19 orang, yang mencakup tiga perwakilan dari Dewan Pimpinan MUI Pusat demisioner. Ketiganya berasal dari posisi Ketua Umum, Sekretaris Jenderal, dan Bendahara Umum.
Berikut susunan terbaru pengurus MUI periode 2025–2030 yang dikutip dari laman resmi MUI. Struktur kepengurusan dapat dilihat pada uraian berikut:
Ketua Dewan Pertimbangan MUI: KH Ma'ruf Amin
Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI: KH Zainut Tauhid Sa'adi
Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI: KH. M. Anwar Iskandar
Wakil Ketua Umum MUI: KH M Cholil Nafis, Ph.D., Dr H Anwar Abbas, M.M., M.Ag., Dr KH Marsudi Syuhud, M.M.
Ketua Bidang:
- Bidang Fatwa Prof Dr KH M Asrorun Ni'am Sholeh, M.A.
- Bidang Fatwa Metodologi Gusrizal Gazahar
- Bidang Infokom KH Masduki Baidlowi
- Bidang Dakwah KH Abdul Manan Ghani
- Bidang Kerukunan Abdul Moqsith Ghozali
- Bidang Ekonomi M Azrul Tanjung
- Bidang Luar Negeri Prof Dr Sudarnoto Abdul Hakim
- Bidang Ekonomi Syariah Sholahudin Al Aiyub
- Bidang Kesehatan Prof Fasli Jalal
- Bidang Seni Budaya H Pasni Rusli
- Bidang Pendidikan Prof Dr Faisol Nasar Bin Madi, M.A
- Bidang PRK Dr Siti Ma'rifah
- Bidang Kajian Prof Utang Ranuwijaya
- Bidang Hukum Prof Dr Wahiduddin Adams, SH, MA.
- Bidang Ukhuwah Muhammad Zaitun Rasmin
- Bidang Pesantren KH Fahrur Rozi Burhan
- Bidang Penanggulangan Bencana Nusron Wahid
- Bidang Halal Masyhuril Khomis
- Bidang Filantropi Prof Dr Noor Achmad
Sekretaris Jenderal: H Amirsyah Tambunan
Wakil Sekretaris Jenderal:
- Bid Fatwa Aminudin Yakub
- Bid Fatwa Metodologi Drs H Muhammad Ziyad, M.A.
- Bid Infokom Asrori S Karni
- Bid. Dakwah Dr KH Arif Fahrudin
- Bid. Kerukunan Sarmidi Husna
- Bid Ekonomi Hazuarli Halim
- Bid Luar Negeri Safira Machrusah, M.A.
- Bid. Ekonomi Syariah Dr KH Bukhori Muslim, M.A.
- Bid. Kesehatan Dr dr Muhammad Adib Khumaidi, Sp.OT
- Bid. Seni Budaya Dr H Erick Yusuf, SSy, MPd.
- Bid. Pendidikan Prof Dr Armai Arief, MAg.
- Bid. PRK Nilmayetti Yusri
- Bid. Kajian Dr KH Ali M Abdillah
- Bid. Hukum Dr H Ihsan Tanjung
- Bid. Ukhuwah Dr Syamsul Qomar
- Bid. Pesantren KH Chaerul Shaleh Rasyid, S.E., M.Si.
- Bid. Penanggulangan Bencana Mabroer M.S.
- Bid. Halal Rofiqul Umam Ahmad
- Bid. Filantropi Rahmat Hidayat
Bendahara:
- Rudi Mas'ud
- Diana Dewi
- Trisna Ningsih Yuliati
- Dr Yayat Sujatna, SE. MSi.
- Jojo Sutisna
- Idy Muzayyad, M.Si.
- Mahsin
- Dr Erni Juliana Al Hasanah, SE, M.Ak.
Editor: Addi M Idhom
Masuk tirto.id





























