Menuju konten utama

Rekam Jejak Ignasius Jonan yang Ditunjuk Jadi Komisaris SOHO

Profil dan rekam jejak Ignasius Jonan yang ditunjuk menjadi Komisaris SOHO Global Health. Jonan merupakan mantan Menteri Perhubungan & ESDM RI.

Rekam Jejak Ignasius Jonan yang Ditunjuk Jadi Komisaris SOHO
Menteri Kabinet Kerja 2014-2019 Ignasius Jonan menyapa wartawan saat menghadiri Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 2019 di Gedung Nusantara, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa RUPSLB) PT Soho Global Health Tbk (SOHO) yang diselenggarakan pada Senin (23/2/2026) menyetujui pengangkatan Ignasius Jonan sebagai Presiden Komisaris sekaligus Komisaris Independen.

Nama Ignasius Jonan tentu tidak asing di telinga masyarakat Indonesia. Setelah tidak lagi menjadi pejabat publik, Jonan beralih kembali ke sektor swasta, khususnya di level dewan komisaris dan penasihat perusahaan.

โ€œHari ini saya berkesempatan mengunjungi fasilitas manufaktur dan pusat distribusi SOHO Global Health. Perusahaan farmasi ini dipimpin oleh banyak orang baik dengan visi kemanusiaan. Saya juga menghadiri Rapat Pemegang Saham Luar Biasa yang, antara lain, menunjuk saya sebagai Presiden Komisaris yang baru,โ€ tulis Jonan di post LinkedIn miliknya pada Selasa (24/2).

Profil Ignasius Jonan dan Rekam Jejaknya

Ignasius Jonan lahir pada 21 Juni 1963 dan menempuh pendidikan menengah di SMP Santo Yosef Surabaya, kemudian melanjutkan ke SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya.

Pada tahun 1982, ia masuk Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga dan lulus pada 1986 dengan spesialisasi akuntansi dan keuangan.

Setelah itu, ia memperluas wawasan dengan mengikuti berbagai program pendidikan eksekutif di sejumlah institusi ternama dunia, seperti University of Oxford, Columbia Business School, Tufts University (termasuk Fletcher School), dan Harvard Kennedy School.

Bekal akademik tersebut diperkuat dengan kualifikasi profesional sebagai akuntan publik bersertifikat (CPA), Chartered Accountant (CA), serta ASEAN Chartered Professional Accountant (ACPA).

Jonan pernah berkarier di Citibank dan pada 1999 menjabat sebagai Director Private Equity selama satu tahun. Setelah itu, ia dipercaya menjadi Chief Executive Officer PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) hingga 2006.

Ia kemudian kembali ke Citibank sebagai Managing Director sampai 2008. Dalam periode ini, ia dikenal sebagai bankir dengan pendekatan manajerial yang tegas, fokus, dan berbasis kinerja.

Fase kedua dimulai ketika pemerintah menunjuknya sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) pada 2009. Meski tidak memiliki latar belakang di bidang perkeretaapian, Jonan berhasil melakukan reformasi besar-besaran di tubuh PT KAI.

Ia membenahi sistem tiket dengan menerapkan penjualan daring dan boarding pass untuk memberantas percaloan, menata ulang stasiun, memperbaiki layanan, menyediakan toilet gratis, melarang merokok di kereta dan stasiun, serta memastikan seluruh kereta menggunakan pendingin udara.

Dari sisi keuangan, ia membawa PT KAI berbalik dari kerugian menjadi laba, sekaligus meningkatkan aset perusahaan secara signifikan. Transformasi ini membuat kereta api kembali diminati masyarakat dan mampu bersaing dengan moda transportasi lain.

Keberhasilannya di PT KAI mengantarkannya menjadi Menteri Perhubungan pada 27 Oktober 2014 dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo. Sebagai menteri, ia dikenal dengan gaya kerja disiplin dan menolak berbagai fasilitas protokoler berlebihan.

Namun, pada 27 Juli 2016 ia diberhentikan melalui reshuffle kabinet tanpa penjelasan resmi mengenai alasannya. Kurang dari tiga bulan kemudian, tepatnya 14 Oktober 2016, ia kembali dipercaya masuk kabinet sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Di posisi ini, salah satu pencapaian pentingnya adalah keberhasilan pemerintah Indonesia melalui PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mengambil alih 51,23% saham PT Freeport Indonesia. Ia menjabat sebagai Menteri ESDM hingga 20 Oktober 2019.

Setelah menyelesaikan tugasnya di pemerintahan, Jonan kembali aktif di dunia korporasi sebagai komisaris dan penasihat di berbagai perusahaan.

Sejak 2020 ia menjabat sebagai Komisaris di PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). Pada 2021, ia dipercaya menjadi Komisaris PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC), dan pada April 2025 ia dipilih sebagai Komisaris PT United Tractors Tbk (UNTR).

Ia juga menjabat sebagai Chairman di Marsh Indonesia serta aktif sebagai komisaris, direksi, dan dewan penasihat di sejumlah institusi pendidikan dan perusahaan lainnya, termasuk Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

Pada Februari 2026, ia kembali dipercaya menduduki posisi Presiden Komisaris melalui keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa di PT Soho Global Health Tbk (SOHO).

Atas kontribusinya di sektor publik dan swasta, ia menerima berbagai penghargaan, antara lain Bintang Mahaputera Adipradana dari Pemerintah Indonesia, Chevalier of the National Order of Legion of Honour dari Prancis, Order of the Rising Sun Gold and Silver Star dari Jepang, serta Knight Commander with Star of the Order of St. Gregory the Great dari Vatikan.

Baca juga artikel terkait PROFIL atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra