tirto.id - Konklaf untuk memilih Paus yang baru akan digelar mulai Rabu, 7 Mei 2025. Para kardinal elektor akan ditempatkan di Kapel Sistina Vatikan untuk menggunakan hak pilih mereka. Mereka tidak diperkenankan untuk keluar dari tempat tersebut sampai Paus baru terpilih. Berikut profil empat calon terkuat Paus terbaru 2025.
Meskipun setiap kardinal yang mengikuti konklaf berhak untuk memilih siapapun kardinal, termasuk dirinya yang menjadi peserta konklaf ke-267 itu, ada setidaknya empat nama yang menjadi calon terkuat Paus terbaru 2025. Mereka adalah Pietro Parolin, Luis Antonio Gokim Tagle, Peter Erdo, dan Peter Kodwo Appiah Turkson.
Profil 4 Calon Kuat Paus Terbaru 2025
Beberapa nama muncul sebagai kandidat terkuat pengganti Paus Fransiskus yang telah wafat pada 21 April 2025. Para kardinal yang berjumlah 180 orang itu akan melakukan pemilihan dengan menuliskan nama kardinal yang mereka jagokan di sebuah kertas.
Jika salah satu calon memiliki dua per tiga jumlah suara, maka ia menjadi Paus selanjutnya. Namun, jika belum, maka akan ada putaran selanjutnya sampai hari ke-12.
Pemilihan bisa dilanjutkan dengan kandidat menyempit menjadi dua teratas. Asap putih yang mengepul dari Kapel Sistina menandakan Paus baru telah terpilih.
Simak profil 4 calon terkuat Paus terbaru 2025 berikut.
1. Pietro Parolin
Kardinal Pietro Parolin berusia 70 tahun asal dari Italia. Ia adalah sekretaris negara Vatikan saat ini. Hubungan diplomatik yang baik adalah keunggulannya. Ia juga menjadi kandidat terkuat di antara pada kandidat yang lain. Jika ia terpilih, maka akan mengembalikan posisi Paus dijabat oleh orang Italia setelah empat Paus terdahulu berasal dari luar Italia.Parolin dianggap sebagai pilihan yang aman karena ia telah mengenal pemerintahan Vatikan sejak 2013. Sempat dituding sebagai kardinal yang liberal, Parolin ternyata menentang negara-negara yang melegalisasi pernikahan sesama jenis.
2. Luis Antonio Gokim Tagle
Kardinal Luis Tagle berusia 67 tahun berasal dari Filipina. Tagle dipandang sebagai salah satu calon Paus yang memiliki pandangan paling liberal. Berbeda dengan calon lainnya yang ingin gereja tegas terhadap kaum LGBTQ+ atau mereka yang bercerai, Tagle melihat dari sisi kemanusiaan.Ia tidak ingin mereka yang homoseksual, seorang ibu yang tidak menikah, atau umat lainnya yang bercerai dipandang sebelah mata.
Pandangan liberalnya ini ditambah usianya yang masih muda diprediksi akan membuatnya tidak mendapat banyak dukungan. Karena Paus adalah jabatan seumur hidup. Namun kemiripannya dengan ideologi Paus Fransiskus bisa menjadikannya nilai tambah. Jika terpilih, Tagle akan menjadi Paus dari Asia pertama dalam sejarah.
3. Peter Kodwo Appiah Turkson
Kardinal Peter Turkson berusia 76 tahun asal Ghana. Ia adalah salah satu kardinal terkuat dalam konklaf 2013 yang kemudian mengukuhkan Paus Fransiskus sebagai pemimpin Vatikan selanjutnya.Saat ini diperkirakan Peter Turkson memiliki lebih banyak dukungan dibanding dengan konklaf sebelumnya. Jika ia terpilih, maka Peter Turkson akan menjadi Paus dari Afrika pertama sejak Paus Gelasius I pada abad kelima.
Peter Turkson juga merupakan Kardinal dengan pandangan konservatif yang menentang penggunaan kondom sebagai pencegah AIDS karena ia tidak setuju dengan pergaulan bebas. Turkson juga menentang banyaknya negara yang mengesahkan pernikahan sesama jenis yang jelas-jelas dilarang dalam agama Katolik.
4. Peter Erdo
Kardinal Peter Edo berusia 72 tahun asal dari Hungaria. Erdo diangkat menjadi kardinal pada tahun 2003 oleh Paus Yohanes Paulus II. Selama menjadi Kardinal, Peter Edo menjalankan tugasnya dengan baik, termasuk memiliki bagian penting saat kunjungan kenegaraan Paus Fransiskus ke Hungaria pada 2021 dan 2023 lalu.Peter Edo juga dikenal dengan dengan para kardinal yang berasal dari Eropa. Ini menjadi poin penting karena hampir separuh dari peserta konklaf 2025 adalah kardinal dari Eropa.
Peter Edo adalah salah satu kardinal dengan pandangan konservatif. Ia menentang umat Katolik yang bercerai meskipun lalu menikah lagi. Menurutnya, penganut Katolik yang taat akan patuh pada firman Allah “Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” (Matius 19:6).
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id






























