Menuju konten utama

Prabowo: Masyarakat Patut Bersyukur Indonesia Tak Krisis Air

Meski begitu, Prabowo tak menampik masih ada masalah kekeringan di beberapa daerah, khususnya di Indonesia bagian timur.

Prabowo: Masyarakat Patut Bersyukur Indonesia Tak Krisis Air
Presiden Prabowo Subianto memberi sambutan saat menghadiri tasyakuran HUT Ke-1 Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3/2026). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto mengatakan prediksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa dunia bakal mengalami krisis pangan, energi, dan air kini menjadi kenyataan. Namun, di tengah krisis tersebut, masyarakat patut bersyukur karena Indonesia selama ini justru terbebas dari krisis air.

Hal ini tak lain terjadi karena pasokan air yang cukup banyak di Indonesia. Bahkan, menurut Prabowo, dalam sehari air turun di Bogor, Jawa Barat sama dengan air yang turun di Australia selama satu tahun.

“Alhamdulillah negara kita, masalah air tidak sebenarnya menjadi masalah,” kata Prabowo dalam Taklimat Presiden RI pada Rapat Kerja Pemerintah Anggota Kabinet Merah Putih, di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).

Menurut Prabowo, Indonesia justru mengalami “kelebihan air” dan menyebut itu sebagai karunia.

“Satu hari air turun di Bogor, sama dengan satu tahun air turun di Australia Barat. Demikian berkah yang kita terima dari Yang Maha Kuasa,” kata Prabowo.

Meski begitu, Prabowo tidak menampik masih ada masalah kekeringan di beberapa daerah, khususnya di Indonesia bagian timur. Namun, menurutnya hal ini tidak akan menjadi masalah serius selama pemerintah bisa memikirkan bagaimana cara kelebihan air yang terjadi di daerah tertentu dapat mencukupi kebutuhan air di timur Indonesia.

“Indonesia timur, pulau-pulau tertentu masih ada kesulitan air. Kita dapat mengatasi karena airnya ada. Tinggal mampu atau tidak kita mendapatkannya dan menjaganya,” tambahnya.

Sayangnya, ketersediaan air di Tanah Air semakin menipis karena ulah bangsa sendiri yang tidak bisa menjaga alam Indonesia.

“Hutan kita babat, pohon-pohon di gunung kita babat, akhirnya air tidak dapat ditahan, akhirnya terjadi kekeringan. Tapi hal-hal ini bisa kita atasi,” tegasnya.

Baca juga artikel terkait PRABOWO SUBIANTO atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fadrik Aziz Firdausi