tirto.id - Sekretaris Kabinet (Setkab), Teddy Indra Wijaya buka suara terkait pernyataan pendiri lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, yang meyerukan kepada masyarakat untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Teddy, Prabowo masih memiliki banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, sehingga belum mendengar seruan Saiful Mujani tersebut.
“Wah, saya masih banyak sekali kerjaan. Saya belum lihat beliau bicara apa,” kata Teddy kepada awak media, di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026).
Tidak hanya itu, alih-alih menanggapi seruan tersebut, Teddy menjelaskan bahwa saat ini Prabowo tengah sibuk mengurusi hal-hal besar dan fokus dengan program-program kerja strategis Kabinet Merah Putih.
“Apalagi Bapak Presiden, Bapak Presiden ngurusin hal besar, lagi fokus dengan hal-hal yang lebih strategis,” tuturnya.
Seruan untuk menjatuhkan Prabowo ini disampaikan Saiful Mujani dalam acara "Halalbihalal Pengamat: Sebelum Pengamat Ditertibkan" yang diunggah di akun YouTube Sociocorner beberapa hari yang lalu.
“Saya alternatifnya bukan pada prosedur yang formal impeachment seperti itu, itu tidak akan jalan. Yang jalan hanya ini, bisa nggak kita mengonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo? Hanya itu,” kata Saiful Mujani, dikutip Selasa (7/4/2026).
Pilihan menjatuhkan Prabowo merupakan satu-satunya cara untuk menyelamatkan Indonesia. Sebab, orang nomor satu di Indonesia itu tidak akan mendengar masukan-masukan termasuk dari para pengamat.
Bahkan, sistem yang ada di Indonesia kini sama sekali sudah tidak berjalan secara presidensial.
“Tapi ya... mengingatkan kembali bahwa Presiden ini betul-betul sudah tidak presidensial. Betul-betul sudah tidak presidensial. Udah nggak punya lagi... tadi sudah diuraikan banyak, saya hanya menyimpulkan saja,” jelas dia.
“Nah oleh karena itu, jangan berharap kita mau memberi masukan-masukan untuk dia lebih baik. Dan itu tidak baik juga. Cuman untungnya, orang ini enggak akan dengar gitu lho,” tambah Mujani.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id





























