tirto.id - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan bahwa lembaga dana pensiun pegawai negeri Malaysia, Retirement Fund Inc (KWAP), menjadi korban dugaan penipuan terencana (premeditated fraud) dalam investasi senilai hampir RM200 juta atau setara Rp875,9 miliar di perusahaan rintisan teknologi perikanan asal Indonesia, eFishery.
Menurut Anwar, dugaan penipuan tersebut dilakukan melalui manipulasi laporan keuangan oleh manajemen eFishery. Dia mengatakan bukan hanya KWAP yang menjadi korban, melainkan juga sejumlah investor institusional internasional lainnya.
“Keputusan investasi tersebut telah melalui proses evaluasi dan tata kelola berdasarkan informasi yang tersedia saat itu, termasuk verifikasi laporan keuangan oleh auditor bersertifikat yang diakui secara internasional,” kata Anwar dalam jawaban tertulis kepada parlemen Malaysia, sebagaimana dilansir The Edge Malaysia, Minggu (19/7/2026).
PM Anwar menjelaskan konsorsium investor yang mencakup KWAP sebenarnya telah melakukan due diligence atau uji kelayakan secara independen guna memastikan seluruh informasi yang digunakan sebagai dasar investasi lengkap dan valid.
“Pada saat yang sama, konsorsium investor, termasuk KWAP, juga telah melakukan due diligence secara independen untuk memastikan seluruh informasi lengkap dan sahih sebagai bahan pertimbangan investasi,” ujarnya.
Anwar menambahkan, investasi di eFishery juga dilakukan oleh sejumlah investor institusional dan dana teknologi terkemuka dunia, seperti Temasek, SoftBank, 42XFund, dan Northstar.
“Meskipun demikian, investor di eFishery merupakan korban dari penipuan yang telah direncanakan dengan adanya manipulasi laporan keuangan oleh manajemen eFishery,” kata Anwar.
Pada 2023, eFishery dilaporkan berhasil menghimpun pendanaan Seri D sebesar US$200 juta. Dari jumlah tersebut, KWAP menginvestasikan dana sebesar US$47,7 juta atau sekitar RM194,35 juta.
Pernyataan Anwar merupakan jawaban atas pertanyaan anggota parlemen Subang, Wong Chen, yang meminta penjelasan mengenai bentuk pertanggungjawaban terhadap dewan direksi KWAP, panel investasi, dan jajaran manajemen senior atas persetujuan maupun pengawasan investasi tersebut.
Menanggapi hal itu, Anwar mengatakan konsorsium investor, termasuk KWAP, telah memulai langkah hukum serta upaya pemulihan dana yang diinvestasikan.
Selain itu, KWAP juga telah melakukan peninjauan menyeluruh terhadap proses evaluasi, persetujuan, dan pengawasan investasi tersebut. Hasil evaluasi itu telah disampaikan kepada dewan KWAP untuk ditelaah dan dipertimbangkan lebih lanjut.
“Setelah melalui pembahasan tersebut, langkah-langkah tindak lanjut telah diambil sesuai dengan kerangka tata kelola institusi dan prinsip akuntabilitas,” ujar Anwar.
Dia menegaskan KWAP tetap berkomitmen mengelola dana pensiun pegawai negeri secara transparan, beretika, dan akuntabel.
“Perbaikan juga telah diterapkan untuk memperkuat perlindungan dalam investasi-investasi pada masa mendatang,” kata Anwar.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id


































