Menuju konten utama

Bisnis Indonesia-Belarus Bukukan Potensi Kerja Sama US$500 Juta

Hubungan Indonesia dan Belarus kini memasuki tahap yang lebih intensif, terlebih setelah penandatanganan EAEU-CEPA.

Bisnis Indonesia-Belarus Bukukan Potensi Kerja Sama US$500 Juta
Menteri Luar Negeri Sugiono memberikan keterangan pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/4/2026). Konferensi pers tersebut memaparkan progres Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) serta penguatan posisi Indonesia dan perlindungan generasi muda di era digital. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S./kye
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Forum bisnis yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dan Belarus membukukan potensi kerja sama senilai US$500 juta, seiring upaya kedua negara mempererat hubungan ekonomi melalui peningkatan perdagangan dan investasi.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan nilai tersebut merupakan hasil sementara yang dilaporkan dari forum bisnis Indonesia–Belarus Business Forum and Business Matching yang digelar di Hotel Aryaduta Jakarta, Selasa (30/6/2026), yang digelar bersamaan dengan rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Alexander Lukashenko ke Indonesia.

"Kalau saya tidak salah, laporannya itu 500 juta (dolar AS). Dan, saya kira ini juga kedua presiden sepakat bahwa angka-angka yang ada, baik di bidang perdagangan maupun investasi, merupakan angka-angka yang perlu peningkatan untuk kemajuan kedua negara," kata Sugiono kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026).

Sementara itu, kunjungan Lukashenko kali ini merupakan kunjungan kenegaraan balasan setelah Presiden Prabowo Subianto lebih dahulu berkunjung ke Belarus pada 15 Juli 2025. Pada pertemuan tersebut, kedua kepala negara telah menyepakati berbagai potensi kerja sama bilateral yang akan terus dikembangkan.

Hubungan Indonesia dan Belarus kini memasuki tahap yang lebih intensif, terlebih setelah penandatanganan EAEU-CEPA dengan Belarus menjadi salah satu negara yang telah meratifikasi perjanjian tersebut.

Sebagai tindak lanjut, kedua negara meluncurkan roadmap hubungan bilateral yang mencakup berbagai sektor strategis.

"Ini menunjukkan bahwa hubungan bilateral kita memasuki satu, kalau saya boleh katakan, tahap yang baru yang lebih intensif di mana dari situ pada hari ini juga akan diluncurkan suatu roadmap hubungan bilateral di berbagai sektor antara Indonesia dengan Belarus," ujar Sugiono.

Kerja sama yang menjadi prioritas antara kedua negara di antaranya di sektor pertanian, termasuk penyediaan bahan baku pupuk yang dinilai penting untuk mendukung produktivitas pertanian nasional.

"Kepentingan kita yang utama, karena ini juga sesuai dengan program Bapak Presiden, terutama di bidang ketahanan pangan dan ketahanan energi. Beberapa produk pertanian dan khususnya bahan baku pupuk juga akan dikerjasamakan antara Belarus dan Indonesia," jelas Sugiono.

Baca juga artikel terkait KERJA SAMA EKONOMI atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fadrik Aziz Firdausi