tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, mengumumkan rencana kunjungan Presiden Angola, Joao Manuel Goncalves Lourenco dan Perdana Menteri Ethiopia, Abiy Ahmed Ali, ke Indonesia pada tahun 2026 mendatang. Kedua negara disebut tertarik memperdalam kerja sama ekonomi dengan Indonesia di berbagai sektor, termasuk pertanian.
“Salah satunya kalau di Ethiopia beberapa investor Indonesia sudah masuk di sana, lima-enam perusahaan dan tentunya mereka juga membutuhkan support dari Indonesia terutama untuk di sektor agrikultur dan juga sektor-sektor yang mereka sangat butuhkan yaitu derivatif daripada kelapa sawit,” ujar Airlangga dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube Kementerian Keuangan RI, Minggu (23/11/2025).
Selain itu, Airlangga menyebut bahwa negara lain, seperti Finlandia, yang dikenal memiliki teknologi tinggi, tertarik untuk berinvestasi data center dan sektor telekomunikasi. Beberapa negara lain juga menyatakan keinginan untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dengan Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arrmanatha Natsir menyampaikan bahwa terdapat enam pertemuan bilateral. Pertemuan tersebut umumnya membahas cara meningkatkan kerja sama bilateral antara Indonesia dan negara-negara yang bertemu dengan Wakil Presiden Indonesia Gibran Rakabuming Raka.
Arrmanatha mencontohkan, Angola tertarik mempelajari bidang pertanian, khususnya kopi dan kakao, termasuk praktik-praktik ekonomi yang lebih maju namun tetap berbasis pada aspek fundamental. Selain Angola, India juga menunjukkan minat untuk mengembangkan kerja sama serupa dengan Indonesia.
“Jadi yang menarik adalah beberapa negara Afrika yang sengaja kita ketemu karena mereka ingin meningkatkan simulasi kerja sama ekonomi. Di sini hal-hal yang menjadi perhatian mereka justru untuk mendorong kerjasama di bidang seperti pertanian,” ujarnya dalam kesempatan yang sama.
Sebagai informasi, disela pelaksanaan KTT G20, Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka menghadiri MIKTA Leaders’ Gathering, bersama pemimpin dari Meksiko, Korea Selatan, Turki, dan Australia.
Selain menghadiri MIKTA Leaders’ Gathering, Wapres Gibran juga melakukan sejumlah pertemuan bilateral, antara lain dengan Perdana Menteri Ethiopia, Perdana Menteri Vietnam, Presiden Angola yang juga menjabat sebagai Ketua African Union, Presiden Finlandia, Direktur Jenderal World Trade Organization, serta Sekretaris Jenderal UNCTAD.
Penulis: Alfitra Akbar
Editor: Alfons Yoshio Hartanto
Masuk tirto.id
























