Menuju konten utama

Kenapa Kapal Kargo di Yaman Diserang, WNI Jadi Korban?

MV Tihamah diserang di Selat Bab el-Mandeb, Yaman. Tiga WNI menjadi korban, satu di antaranya dikabarkan tewas. Houthi diduga pelaku serangan di Laut Merah.

Kenapa Kapal Kargo di Yaman Diserang, WNI Jadi Korban?
Peta Bab El-Mandab. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Tiga Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) kargo MV Tihamah menjadi korban serangan yang diduga dilakukan oleh kelompok Houthi di Selat Bab Al-Mandeb, Yaman, Selasa (11/8/2026). Satu di antaranya dikabarkan tewas. Kenapa kapal tersebut diserang?

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI membenarkan bahwa kapal tersebut diserang drone saat bersandar di Pelabuhan Bab Al-Mandeb.

Dari tiga ABK WNI, satu mengalami luka ringan akibat serpihan dan tidak membutuhkan perawatan di rumah sakit, sedangkan satu lainnya mengalami luka dan telah mendapat perawatan. Namun Kemlu untuk status satu ABK WNI yang dikabarkan meninggal dunia masih dalam proses verifikasi.

“Satu ABK WNI lainnya diberitakan oleh sejumlah media internasional meninggal dunia dalam insiden tersebut. Namun, informasi tersebut masih dalam proses verifikasi,” jelas Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah dikutip Antara News, Selasa (11/8/2026).

Serangan terhadap MV Tihamah terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Yaman dan kawasan Laut Merah, khususnya setelah kelompok Houthi meningkatkan serangan terhadap pelayaran yang mereka kaitkan dengan kepentingan musuhnya.

Laporan awal menyebut serangan tersebut diduga dilakukan oleh Houthi dan menewaskan sejumlah awak kapal, termasuk warga Pakistan dan seorang WNI. Kapal MV Tihamah diketahui membawa 11 ABK, terdiri dari delapan warga negara Pakistan dan tiga WNI.

Kronologi Serangan Houthi di Laut Merah

Dikutip dari Reuters, Selasa (11/8/2026), sebuah kapal kargo yang diidentifikasi sebagai MV Tihamah diduga diserang kelompok Houthi yang didukung Iran ketika berada di sekitar Selat Bab el-Mandeb, di lepas pantai Yaman.

Kementerian Transportasi Yaman menyatakan empat awak kapal tewas dalam serangan tersebut, terdiri dari tiga warga Pakistan dan satu warga Indonesia.

Kapal kehilangan kendali setelah diserang dan kemudian berada dalam kondisi darurat di sekitar wilayah timur laut Pulau Perim.

Penjaga Pantai Yaman mengatakan dua anggota National Resistance Forces (NRF), kelompok militer anti-Houthi yang berafiliasi dengan pemerintah Yaman, turut tewas ketika serangan kembali dilancarkan setelah tim penyelamat tiba di lokasi.

Sebanyak 10 orang lainnya dilaporkan terluka, yakni tujuh awak kapal, dua personel Penjaga Pantai, dan satu anggota NRF.

Insiden tersebut pertama kali dilaporkan oleh UK Maritime Trade Operations (UKMTO) yang menyebut sebuah kapal di Selat Bab el-Mandeb terkena proyektil yang belum diketahui jenisnya.

Kelompok keamanan maritim Inggris Ambrey kemudian melaporkan bahwa serangan terjadi ketika kapal berada dalam posisi berlabuh di timur laut Pulau Perim. Informasi pelacakan kapal menunjukkan Tihamah berada di dekat Murad, Yaman, pada 11 Agustus.

Identitas kapal tersebut diverifikasi melalui keterangan dua sumber Penjaga Pantai Yaman dan dua pejabat militer pemerintah Yaman yang menyatakan sebuah kapal kargo kecil diserang Houthi.

Beberapa jam setelah serangan terhadap Tihamah, Houthi mengklaim telah menyerang sebuah kapal yang membawa peralatan militer Arab Saudi di Selat Bab el-Mandeb, tetapi tidak menyebutkan nama kapal tersebut.

Houthi menyebut serangan itu dilancarkan karena menganggap kapal itu berkaitan dengan kepentingan Arab Saudi.

Serangan terhadap Tihamah terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Laut Merah. Kelompok Houthi sebelumnya mengumumkan embargo maritim terhadap Arab Saudi di Laut Merah pada 20 Juli.

Ini mereka lakukan sebagai respons terhadap klaim mereka tentang pengepungan terhadap Yaman. Arab Saudi sendiri membantah bahwa Yaman berada dalam kondisi dikepung.

Baca juga artikel terkait HOUTHI atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra