Menuju konten utama

Kemlu Selidiki Kabar WNI ABK Tewas Imbas Serangan Drone di Yaman

Kemlu memastikan satu ABK dari tiga ABK WNI mengalami luka ringan akibat serpihan, sementara satu ABK lainnya mengalami luka dan tengah dirawat di RS. 

Kemlu Selidiki Kabar WNI ABK Tewas Imbas Serangan Drone di Yaman
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Heni Hamidah, dalam konferensi pers di Kantor Kemlu, Kamis (23/7/2026). tirto.id/ M. Irfan Al Amin
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melakukan penelusuran atas dugaan kematian yang dialami oleh seorang warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal MV Tihamah di wilayah Yaman, Senin (11/8/2026).

"Dari tiga ABK WNI, satu ABK mengalami luka ringan akibat serpihan dan tidak memerlukan perawatan di rumah sakit, sementara satu ABK lainnya mengalami luka dan telah mendapatkan perawatan di rumah sakit. Satu ABK WNI lainnya diberitakan oleh sejumlah media internasional meninggal dunia dalam insiden tersebut," kata Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kemlu, Heni Hamidah, dalam keterangan pers, Selasa (11/8/2026).

Heni menuturkan bahwa kapal MV Tihamah yang membawa 11 ABK tersebut mengalami serangan drone di wilayah Yaman.

"Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Muscat terus memantau perkembangan insiden serangan drone," jelasnya.

Melalui KBRI Muscat, Kemlu terus memantau dan memverifikasi perihal berita kematian salah seorang WNI melalui rekan kerjanya yang selamat. Kemlu juga berupaya mengevakuasi mereka menuju lokasi yang aman.

"Namun, informasi tersebut masih dalam proses verifikasi. KBRI Muscat tengah berkomunikasi dengan otoritas terkait untuk memperoleh konfirmasi resmi mengenai kondisi dan keberadaan ABK WNI yang bersangkutan," terangnya.

Demi mendapatkan hasil terbaik, Kemlu bersama KBRI Muscat bekerjasama dengan otoritas pemerintah setempat dalam setiap mengambil langkah penyelamatan. Heni berharap ketiga ABK dapat dipulangkan dengan selamat meski terdengar kabar salah seorang di antaranya telag tewas akibat serangan drone.

"Kementerian Luar Negeri bersama KBRI Muscat akan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat dan pihak-pihak terkait lainnya untuk memperoleh perkembangan lebih lanjut terkait insiden tersebut dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna memastikan pelindungan bagi ketiga ABK WNI," ungkapnya.

Sebelumnya, kabar mengenai tewasnya ABK WNI akibat serangan drone tersiar melalui televisi pemerintah Yaman, Al-Jumhuriya. Dilaporkan bahwa dari tiga korban tewas, dua di antaranya adalah ABK Pakistan dan ABK WNI.

Baca juga artikel terkait ABK atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Andrian Pratama Taher