tirto.id - Pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu (12/8/2026) rupiah melemah 8 poin atau 0,04 persen ke level Rp17.869 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.861 per dolar AS. Berbeda dengan rupiah, IHSG justru dibuka menguat hari ini.
Pelemahan tersebut melanjutkan tren sehari sebelumnya, ketika rupiah tertekan 106 poin atau 0,60 persen dari Rp17.755 menjadi Rp17.861 per dolar AS. Pelemahan rupiah hari ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, terutama terkait hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai salah satu faktor utama yang menekan rupiah adalah memudarnya harapan pembukaan kembali Selat Hormuz.
AS dan Iran masih menyampaikan tuntutan kompensasi atas serangan militer yang terjadi, sehingga pasar menilai belum ada kepastian bahwa kedua negara akan segera mencapai kesepakatan untuk memastikan jalur pelayaran tersebut kembali normal.
“Amerika Serikat dan Iran sama-sama menuntut kompensasi atas serangan militer baru-baru ini, sehingga memupus harapan bahwa kedua pihak sudah mendekati kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz,” ungkapnya dikutip Antara News, Selasa (11/8/2026).
Ketidakpastian semakin besar karena Washington dan Teheran memiliki klaim yang berbeda mengenai kondisi Selat Hormuz. AS menyatakan jalur perairan tersebut tetap terbuka, sedangkan Iran mengklaim telah menutupnya dengan menggunakan ranjau dan drone.
Tekanan terhadap rupiah juga datang dari perkembangan di Yaman. Serangan kelompok Houthi terhadap kilang minyak Jazan milik Saudi Aramco meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik Timur Tengah dapat meluas dan mengganggu infrastruktur energi maupun jalur pelayaran.
Houthi juga mengancam membuka front baru dalam konflik yang berkaitan dengan Iran dengan menyerang kapal dan fasilitas minyak di kawasan Laut Merah. Jika ancaman tersebut terealisasi dan mengganggu distribusi minyak, pasar akan menghadapi risiko kenaikan harga energi serta meningkatnya biaya pengangkutan.
Dari sisi domestik, tekanan terhadap rupiah sedikit tertahan setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti sebagai calon tunggal untuk menggantikan Perry Warjiyo.
Langkah tersebut dinilai dapat meredakan sebagian kekhawatiran pasar mengenai keberlanjutan kepemimpinan dan kebijakan Bank Indonesia. Namun, sentimen positif tersebut belum sepenuhnya mampu mengimbangi tekanan dari faktor eksternal.
IHSG Hari Ini Menguat ke Level 6.277,76
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (12/8) pada awal perdagangan dibuka menguat 9,88 poin atau 0,16 persen ke level 6.277,76, melanjutkan posisi penutupan Selasa di 6.267,88.
Penguatan awal tersebut terlihat pada indeks LQ45 yang naik 1,12 poin atau 0,18 persen menjadi 626,91. Sejumlah saham unggulan menjadi penopang kenaikan, dengan PT Indosat Tbk (ISAT) menguat 3,72 persen menjadi Rp2.230 per saham, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) naik 2,78 persen ke Rp740, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menguat 1,69 persen ke Rp181.
Di sisi lain, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 1,19 persen menjadi Rp6.225 dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) melemah 1,09 persen menjadi Rp905.
Sebelumnya, pada perdagangan Selasa, IHSG ditutup anjlok 97,49 poin atau 1,53 persen ke posisi 6.267,88, sedangkan indeks LQ45 turun 8,34 poin atau 1,32 persen menjadi 625,79.
Pelemahan tersebut terutama dipengaruhi sikap pelaku pasar yang memilih wait and see menjelang tinjauan indeks MSCI pada Agustus 2026. Investor menunggu kepastian mengenai perubahan komposisi sejumlah indeks saham global, termasuk kemungkinan adanya saham Indonesia yang masuk atau keluar dari indeks MSCI.
Tinjauan tersebut menjadi perhatian besar karena perubahan indeks dapat memengaruhi arus dana investor institusi global ke pasar saham Indonesia.
MSCI dijadwalkan mengumumkan hasil tinjauan pada 12 Agustus 2026 sekitar pukul 23.00 CEST atau 13 Agustus 2026 sekitar pukul 04.00 WIB, sedangkan perubahan hasil rebalancing akan berlaku setelah penutupan perdagangan pada 31 Agustus 2026.
Kondisi tersebut membuat investor cenderung menahan transaksi besar sampai keputusan MSCI diumumkan. Pasar juga menantikan apakah reformasi yang dilakukan regulator di pasar modal domestik dapat mendorong MSCI mencabut status freeze atau pembekuan terhadap saham Indonesia dalam tinjauan indeks Agustus.
Dari dalam negeri, salah satu sentimen positif berasal dari perkembangan pencalonan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) menggantikan Perry Warjiyo.
"Pengalamannya di BI dapat membantu menjaga stabilitas rupiah dan inflasi. Namun, tantangan utamanya adalah mempertahankan independensi BI sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi pemerintah,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus.
IHSG juga disebut terpengaruh dengan ketidakpastian di Selat Hormuz seiring meningkatnya konflik AS-Iran. Hal itu membuat investor khawatir gangguan terhadap Selat Hormuz akan berlangsung lebih lama. Padahal, jalur tersebut sangat penting bagi perdagangan energi global, sehingga gangguan berkepanjangan dapat menghambat pasokan minyak dan mendorong harga minyak dunia naik.
Kenaikan harga minyak kemudian menimbulkan kekhawatiran baru terhadap inflasi global. Jika harga energi meningkat dalam waktu lama, tekanan inflasi dapat kembali menguat sehingga bank-bank sentral berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi atau bahkan melakukan kenaikan suku bunga.
Kekhawatiran tersebut diperkuat pernyataan Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Beth Hammack yang menyebutkan bahwa beberapa kenaikan suku bunga mungkin diperlukan untuk membawa inflasi kembali ke target bank sentral sebesar 2 persen.
Bagi pasar saham negara berkembang seperti Indonesia, prospek suku bunga global yang lebih tinggi dapat menjadi sentimen negatif karena aset berbasis dolar AS menjadi relatif lebih menarik dan investor dapat mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































