tirto.id - Ajang drag race Kotamobagu, Sulawesi Utara (Sulut), berakhir tragis. Sebuah mobil peserta hilang kendali dan menabrak belasan orang hingga mengakibatkan setidaknya 8 orang tewas. Berikut fakta-fakta terkait insiden tersebut.
Ajang drag race yang berujung maut itu terjadi pada Minggu (9/8/2026) di Jalan AP Mokoginta, Kecamatan Kotamobagu Timur, Kota Kotamobagu. Mobil seorang peserta balapan mengalami masalah teknis dan menghantam penonton di dekat garis finis dengan kecepatan tinggi.
Akibatnya, ajang tersebut terpaksa dihentikan. Para korban juga harus dievakuasi ke rumah sakit karena insiden tersebut.
5 Fakta Insiden Drag Race Kotamobagu
Insiden drag race Kotamobagu dilaporkan tengah diselidiki oleh pihak kepolisian. Seiring belum keluarnya hasil penyelidikan secara resmi, berikut adalah fakta-fakta yang sejauh ini telah beredar sehubungan insiden drag race di Kotamobagu, Sulut.
1. Kronologi Kejadian
Berdasarkan kronologinya, insiden ini terjadi pada Minggu (9/8) sore waktu setempat. Kala itu, perlombaan balap mobil ini berlangsung tanpa kendala.Kemudian, sekitar pukul 16.00 WITA, giliran mobil milik tim Pangeran 05 McJoe yang tampil. Mobil bertipe Honda Jazz itu dikemudikan oleh pembalap Tian Ngantung.
Mobil yang dikendarai Tian Ngantung itu kemudian melakukan balapan. Ia semula berhasil melewati garis finis dengan mudah. Namun, celaka justru terjadi setelahnya.
Setelah melewati finis, mobil yang dikendarai Tian Ngantung diharuskan memasuki area pengereman sepanjang sekitar 100 meter. Sesaat setelah memasuki area ini, mobil Honda Jazz milik tim Pangeran 05 McJoe diduga mengalami masalah teknis.
Mobil tersebut tiba-tiba hilang kendali dan menabrak sisi jalur yang disediakan. Nahas, terdapat warga penonton di dekat sana. Mobil tersebut kemudian turut menerjang para penonton.
2. Insiden Telah Mengakibatkan 8 Orang Tewas
Total, terdapat 17 korban yang terdampak insiden ini. Dari 17 korban tersebut, 8 di antaranya dinyatakan tewas. Sementara 9 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.Setelah insiden terjadi, jalannya perlombaan dihentikan panitia yang kemudian melakukan evakuasi. Para korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD Kotamobagu Pobundayan.
Akan tetapi, nasib tragis menimpa 8 korban insiden itu. Mereka tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Para korban tewas tersebut diidentifikasi sebagai Januni Pusung (35), Harianti Mokoginta, Lisma Mokoginta (38), Ali Ponamon (65), Bio Mokoagow (74), Nilawati Mokodongan, Rugaina Manangin, dan Ali Jojang.
3. Pembalap yang Menabrak Alami Luka dan Dirujuk ke Manado
Sang pengemudi yang kehilangan kendali atas mobilnya, Tian Ngantung, juga dilaporkan mengalami luka akibat benturan yang terjadi. Kini, ia tengah menjalani perawatan medis di rumah sakit.Semula, Tian Ngantung dievakuasi ke RSU Monompia di Kotamobagu. Namun, banyaknya korban insiden yang juga dirawat di RS itu membuat Tian Ngantung kemudian dirujuk ke Manado.
Ia dilaporkan mengalami luka yang cukup parah di bagian muka.
4. Acara Diklaim Dapat Izin Polda Sulut dan Panitia Bertanggung Jawab
Pihak panitia ajang drag race di Kotamobagu menyatakan mereka telah mengantongi izin dari Polda Sulut untuk menggelar balapan tersebut. Pihak panitia juga menyebut ajang ini telah dipersiapkan sejak empat bulan sebelum perlombaan digelar.Selain mendapat izin dari Polda Sulut, panitia lomba juga menyatakan telah bekerja sama dengan Polres Kotamobagu untuk pengamanan acara. Hal ini, katanya, merupakan bukti bahwa perlomban digelar lewat izin resmi.
Sementara itu, ketua panitia, Lucky Sugeha, telah menyebut bahwa pihaknya akan bertanggung jawab atas insiden ini.
5. Polisi Lakukan Penyelidikan
Pihak kepolisian kini dilaporkan tengah menyelidiki insiden ini lebih lanjut. Kasus ini kini menjadi wewenang kepolisian Polres Kotamobagu.Dalam penyelidikan tersebut, pihak Polres Kotamobagu menyatakan akan memeriksa semua pihak yang terlibat insiden. Para pihak itu disebut termasuk panitia lomba.
Selain memeriksa para pihak yang terlibat, polisi juga menyebut akan mendalami regulasi yang diterapkan dalam penyelenggaraan drag race. Tak hanya itu, polisi juga menyebut akan menyelidiki kondisi lintasan, spesifikasi yang digunakan hingga prosedur keselamatan yang dibuat panitia.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id


































