Menuju konten utama

PLN Pasok Listrik Kapal Perang TNI AL, Hemat Biaya Hingga 70%

Sebelumnya kapal-kapal perang TNI AL mengandalkan bahan bakar minyak (BBM) saat berada di pelabuhan.

PLN Pasok Listrik Kapal Perang TNI AL, Hemat Biaya Hingga 70%
Dirut PLN Darmawan Prasodjo (kanan) bersiap menghadiri rapat yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/10/2024). Rapat tersebut membahas program kebijakan subsidi pemerintah. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, mengatakan bahwa pihaknya telah menyalurkan penyediaan listrik khusus bagi kapal perang milik TNI Angkatan Laut (AL), yang akan bersandar di dermaga. Menurut Darmawan, penyediaan listrik mampu mengurangi biaya operasional TNI AL hingga 70 persen.

"Jadi kami mendatangi para pelanggan kami, dan kita menanyakan apakah mereka punya rencana untuk ekspansi dalam produktivitas mereka, dan kami siap melayani dengan menambah daya atau pasang baru sehingga usaha mereka bisa berjalan dengan lebih baik lagi," kata Darmawan dalam RDP dengan DPR RI Komisi VI, Jakarta, Kamis (20/11/2025).

Dirut PLN itu menambahkan bahwa sebelumnya kapal-kapal perang TNI AL mengandalkan bahan bakar minyak (BBM) saat berada di pelabuhan. Namun kini telah beralih melalui sistem kelistrikan dengan voltase yang cukup besar.

"Kami membantu kapal perang dari Angkatan Laut yang berlabuh di dermaga dari TNI Angkatan Laut, yang tadinya menggunakan BBM pada waktu sandar untuk genset mereka, saat ini sudah bisa menggunakan anjungan listrik yang kami pasang, karena memang voltasenya tidak voltase biasa. Ada yang 300 sekian volt, ada yang 700 sekian volt, jadi agak tidak biasa, dan frekuensinya pun bukan 50 hertz, tapi 60 hertz," ujar Darmawan.

Melalui skema 'jemput bola' atau mendatangi pelanggan secara langsung, baik PLN dan TNI AL sama-sama menerima manfaat yang signifikan.

"Jadi kami pasang khusus, dan ternyata listrik kami laris, digunakan untuk kapal yang sedang bersandar, dan ternyata dari biaya operasi kapal perang itu bisa dikurangi 70 persen, jadi ada penghematan yang luar biasa. Jadi dari kami listriknya laku, dari Angkatan Laut ternyata ada pengurangan budget sekitar 70 persen," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait TNI AL atau tulisan lainnya dari Natania Longdong

tirto.id - Insider
Reporter: Natania Longdong
Penulis: Natania Longdong
Editor: Dwi Aditya Putra