Menuju konten utama

Utang Berbunga PLN Capai Rp378,8 Triliun per Juni 2025

Hampir seluruh indikator keuangan PLN per Juni 2025 berada di atas target RKAP.

Utang Berbunga PLN Capai Rp378,8 Triliun per Juni 2025
Dirut PLN Darmawan Prasodjo (kanan) bersiap menghadiri rapat yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/10/2024). Rapat tersebut membahas program kebijakan subsidi pemerintah. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/YU

tirto.id - Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengungkapkan posisi utang berbunga (interest bearing debt) perseroan mencapai Rp378,8 triliun per Juni 2025. Angka itu lebih rendah dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025 yang dipatok Rp414,9 triliun.

“Tentu saja karena ini hutang, kalau hutangnya lebih kecil, tentu saja ini lebih baik daripada target,” kata Darmawan dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (20/11/2025).

Selain utang, lanjut Darmawan, hampir seluruh indikator keuangan PLN juga berada di atas target. EBITDA PLN hingga Juni 2025 tercatat Rp59,8 triliun, melampaui target RKAP sebesar Rp49,5 triliun. Kemudian, seiring kenaikan pendapatan usaha yang menutup peningkatan beban, laba usaha PLN mencapai Rp30,6 triliun atau di atas target Rp23,3 triliun.

Arus kas operasi (operating cash flow) tercatat Rp24 triliun, jauh lebih baik dari proyeksi RKAP yang semula diperkirakan minus Rp36,6 triliun. PLN mencatat peningkatan penerimaan kas pelanggan serta kompensasi pemerintah.

Adapun total aset PLN per Juni 2025 mencapai Rp1.796 triliun, sedikit di bawah target RKAP sebesar Rp1.802,4 triliun. "Secara keseluruhan, kinerja keuangan di tahun 2025 on track, di atas target RKAP 2025," jelasnya.

Darmawan menegaskan bahwa pengelolaan utang dilakukan ketat, terutama karena pembiayaan investasi dalam RUPTL masih bergantung pada pendanaan berbasis pinjaman. Meski begitu, ia memastikan hanya proyek yang layak secara teknis dan komersial yang dibiayai dengan utang.

“Kami memastikan setiap investasi punya rate of return yang lebih baik daripada suku bunga pinjaman, sehingga proyek-proyek itu bisa self-financing,” ujarnya.

Baca juga artikel terkait PLN atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Insider
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana