Menuju konten utama

ADB Suntik Pinjaman Rp7,86 Triliun ke PLN untuk Transisi Energi

Program yang akan berjalan dari 2026 hingga 2031 ini akan mendanai pengembangan PLTS dan PLTB, hingga meningkatkan kapasitas kelembagaan PLN.

ADB Suntik Pinjaman Rp7,86 Triliun ke PLN untuk Transisi Energi
Ilustrasi - Kantor pusat Asian Development Bank (ADB) di Filipina. ANTARA/REUTERS/Cheryl Ravelo/aa.

tirto.id - Asian Development Bank (ADB) menyetujui pinjaman senilai 470 juta dolar AS atau sekitar Rp7,86 triliun (kurs Rp16.744 per dolar AS) kepada PT PLN (Persero) guna mendorong transisi Indonesia menuju energi terbarukan. Program bertajuk Accelerating Indonesia's Clean Energy Transition Program Tahap 1 ini bertujuan mendukung pertumbuhan ekonomi rendah karbon dan pengembangan energi bersih.

Program yang akan berjalan dari 2026 hingga 2031 ini akan mendanai pengembangan pembangkit listrik tenaga surya dan angin, memperkuat infrastruktur jaringan listrik di Jawa-Madura-Bali, Sumatra, dan Sulawesi, serta meningkatkan kapasitas kelembagaan PLN. Dampak yang diharapkan adalah pengurangan emisi karbon dioksida hingga 2,5 juta metrik ton per tahun.

"Program ini menandai langkah penting dalam perjalanan Indonesia menuju masa depan energi lebih bersih dan lebih berkelanjutan. Melalui dukungan untuk target energi terbarukan PLN serta memperkuat infrastruktur jaringan, kami membantu Indonesia menyiapkan fondasi bagi ketahanan energi dan konektivitas regional jangka panjang,” kata Wakil Direktur ADB untuk Indonesia, Renadi Budiman, dalam keterangannya, Rabu (19/11/2025).

Program ini selaras dengan target Indonesia meningkatkan porsi energi terbarukan dari 15 persen pada 2024 menjadi 41 persen pada 2040. Inisiatif ini juga mendukung langsung Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, yang mengalokasikan 76 persen dari tambahan kapasitas pembangkit listrik baru sebesar 69,5 gigawatt untuk energi terbarukan.

Pendanaan sebesar 470 juta dolar AS ini berasal dari sumber daya modal biasa ADB. Total paket pendanaan juga meliputi 30 juta dolar AS dari dana yang dikelola ADB, termasuk Dana Infrastruktur ASEAN, serta kontribusi dari Uni Eropa dan Inggris.

Selain itu, disertai hibah 3 juta dolar AS dari Dana Perwalian Akses dan Transisi Energi atau Energy Access and Transition Trust Fund yang dihimpun oleh Global Energy Alliance for People and Planet (GEAPP).

Program ini diharapkan dapat memicu investasi swasta lebih dari 1 miliar dolar AS untuk membangun pembangkit surya dan angin dengan kapasitas total 1.800 megawatt.

Program ini juga dirancang untuk mendorong kesetaraan gender dengan meningkatkan rekrutmen perempuan di sektor energi terbarukan dan membangun kapasitas sumber daya manusia PLN melalui program pelatihan dan magang.

Pelaksanaannya akan mengedepankan prinsip perlindungan lingkungan dan sosial, serta didukung oleh analisis tata ruang dan penilaian kerentanan iklim.

Inisiatif ini merupakan bagian dari Strategi Kemitraan Negara ADB untuk Indonesia periode 2025-2029, yang memprioritaskan transisi energi bersih untuk mendukung ketahanan dan keberlanjutan, sekaligus mendukung visi Indonesia menjadi negara berpenghasilan tinggi pada 2045.

Baca juga artikel terkait PLN atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana