Menuju konten utama

Perusahaan Asal Korsel Minta Suntikan Dana ke Danantara

Kerja sama ini untuk pembangunan fasilitas produksi katoda yang masuk dalam investasi lanjutan.

Perusahaan Asal Korsel Minta Suntikan Dana ke Danantara
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita (AGK) bakal menemui direksi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), membahas tentang kemungkinan suntikan dana untuk salah satu perusahaan asal Korea Selatan (Korsel) yang berfokus pada bahan baku baterai untuk kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV), EcoPro. Hal itu disampaikannya, usai menghadiri pertemuan dengan 19 perusahaan asal Korsel yang tergabung dalam Federasi Industri Korea Selatan (Federation of Korean Industries/FKI), di Kantor Inspektorat Jenseral Kementerian Perindustrian, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (29/4/2025). tirto.id/Qonita Azzahra.

tirto.id - Perusahaan asal Korea Selatan (Korsel) yang berfokus pada bahan baku baterai untuk kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV), EcoPro, meminta bantuan pendanaan investasi dari Danantara untuk perluas ekspansi bisnisnya di Indonesia.

Permintaan ini disampaikan langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) EcoPro, Song Ho Joon, kepada Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita (AGK), di Kantor Inspektorat Jenderal Kementerian Perindustrian, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (29/4/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Song Ho Joon meminta kepada AGK agar memfasilitasi kerja sama antara EcoPro dengan Danantara. Kerja sama ini untuk pembangunan fasilitas produksi katoda yang masuk dalam investasi lanjutan.

Sebelumnya EcoPro diketahui sudah berinvestasi sebesar 300 juta dolar Amerika Serikat (AS) untuk pembangunan smelter nikel di Morowali, Sulawesi Tengah.

"Pada kesempatan ini, saya menyampikan usulan jika ada pemberian insentif, kebijakan, pendanaan dari Danantara, akan memperlancar proyek kami," kata Song Ho Joon dalam pertemuan tersebut.

Atas permintaan itu, AGK bakal menemui direksi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Ini untuk membahas tentang kemungkinan suntikan dana untuk salah satu perusahaan asal Korea Selatan tersebut.

"Ada satu perusahaan yang akan memberikan proposal kepada Danantara, agar Danantara bisa ikut serta dalam investasinya. Dan itu juga berkaitan dengan hilirisasi," kata Agus dalam kesempatan sama.

Dalam pertemuan itu, AGK mengakui perusahaan tersebut telah meminta bantuan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk membuka akses pendanaan kepada Danantara. Dus, perusahaan pengelola investasi terbesar di Tanah Air tersebut dapat turut serta dalam investasi yang saat ini tengah dijalankan, terutama dalam hal pembangunan fasilitas katoda prekursor.

"Ini untuk nikel. Dia akan melanjutkan downstreaming. Dia sudah ada ada downstreaming, tapi dia akan melanjutkan ke (produksi) katoda. Itu yang membutuhkan investasi dan mereka mau mengajak Danantara," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait KEMENPERIN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra