Menuju konten utama

19 Perusahaan Korsel Siap Tambah Investasi Rp30 T ke Indonesia

Perusahaan asal Korea Selatan (Korsel) siap menambah investasi ke Indonesia sebagai komitmen lanjutan.

19 Perusahaan Korsel Siap Tambah Investasi Rp30 T ke Indonesia
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (14/4/2025). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi.

tirto.id - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa 19 perusahaan asal Korea Selatan (Korsel) berkomitmen menambah investasi ke Indonesia senilai Rp30 triliun. Komitmen ini merupakan lanjutan dari penanaman modal yang telah dilakukan sebelumnya, yakni mencapai 15,4 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp269 triliun.

“Ada sekitar 19 pengusaha Korea yang hadir, yang sebagian besar sudah berinvestasi di Indonesia. Nah, jumlah investasi yang dilakukan oleh 19 grup perusahaan tersebut, antara lain totalnya adalah hampir 15,4 miliar dolar AS dan di samping itu mereka ada rencana tambahan 1,7 miliar dolar AS,” kata dia, dalam Keterangan Pers, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (28/4/2025).

Selain komitmen investasi tambahan, para pengusaha yang tergabung dalam Federasi Industri Korea Selatan atau Federation of Korean Industries (FKI) tersebut juga melaporkan perkembangan terkait investasi yang telah mereka tanamkan di Tanah Air. Lotte Group, melalui Lotte Chemicals misalnya, bakal meresmikan pabrik petrokimianya yang berada di Cilegon, Banten, pada September atau Oktober mendatang.

Kemudian, KB Financial turut melaporkan perkembangan bisnis PT Bank KB Bukopin Tbk alias KB Bukopin yang sudah berhasil mencapai untung di tahun keempat pasca proses akuisisi oleh KB Bank. Pun, perwakilan dari Hyundai Motor Indonesia yang melaporkan perkembangan operasionalnya yang juga telah berjalan cukup baik.

“Dan, POSCO (Indonesia) tadi menyatakan Pohang Steel (Pohang Iron and Steel Company) yang bekerja sama dengan Krakatau Steel akan masuk dalam fase kedua. Dan mereka punya roadmap sampai 10 juta ton (produksi baja). Dan fase pertama sudah selesai, dan fase kedua tentu diharapkan integrasi lebih dalam lagi,” jelas Airlangga.

Selain itu, ada pula perusahaan terkemuka di bidang bahan katoda nikel, EcoPro yang juga telah menyatakan komitmen investasinya sebesar 500 juta dolar AS. Perusahaan tersebut akan membangun smelter nikel dan fasilitas katoda precursor di Morowali, Sulawesi Tengah. Kemudian, KCC Glass Indonesia juga mengaku bakal menambah nilai investasi di Kawasan Industri Terpadu Batang (KIT Batang).

“Kemudian, juga dibahas terkait dengan perusahaan LX International. Nah, mereka bekerja di bau bara, di nikel, dan yang lain, termasuk di plantation. Mereka juga akan terus melanjutkan investasinya sampai dengan 0,5 billion US dolar,” tutur Airlangga.

Baca juga artikel terkait KOREA SELATAN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra