tirto.id - Perbedaan Hari Anak Nasional dan Hari Anak Sedunia kerap menjadi bahan pencarian publik. Ketiga peringatan ini jatuh pada tanggal yang berbeda-beda, Hari Anak Nasional setiap 23 Juli, Hari Anak Sedunia setiap 20 November, dan Hari Anak Internasional setiap 1 Juni.
Sehubungan dengan itu, setiap negara dapat memperingati Hari Anak dengan tanggal yang berbeda. Misalnya Hari Anak di Amerika Serikat pada hari Minggu kedua di bulan Juni dan Hari Anak Indonesia pada 23 Juli.
Aturan penetapan Hari Anak Nasional di Indonesia setiap 23 Juli ini termaktub dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984 bertanggal 19 Juli 1984. Kendati demikian, Hari Anak secara global atau internasional dalam setahun terdapat dua kali.
Sejarah Hari Anak Nasional
Peringatan hari anak di tanah air merupakan hasil dari gagasan Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Kowani adalah organisasi kaum perempuan Indonesia yang embrionya tercetus sejak Kongres Perempuan Indonesia I pada 22 Desember 1928, tepat beberapa minggu setelah Sumpah Pemuda.
Kowani yang resmi berdiri tahun 1946 memutuskan sejumlah kesepakatannya dalam sidang tahun 1951. Menurut artikel dalam Majalah Rona (1988), salah satu poinnya adalah mengupayakan penetapan Hari Kanak-Kanak Nasional.
Pekan Kanak-Kanak pun mulai berlangsung pada 1952 silam. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak akan melakukan pawai bersama di Istana Merdeka dan disambut langsung oleh Presiden Sukarno.
Dalam Sidang Kowani di Bandung tahun 1953, Pekan Kanak-kanak Indonesia mulai menjadi rutinitas yang dilaksanakan setiap pekan kedua bulan Juli atau saat liburan kenaikan kelas. Pemerintah menyetujui gagasan tersebut.
Akan tetapi, penetapan itu belum memiliki makna dan nilai historis karena tidak merujuk kepada tanggal atau momen tertentu. Diskusi pun berlanjut dalam Sidang Kowani di Jakarta pada 24-28 Juli 1964.
Pada 1959, dikutip dari artikel “Mencari Jejak Hari Anak” tulisan Budi Setiyono dalam Historia.id (22 Juli 2018), pemerintah akhirnya menetapkan tanggal 1-3 Juni untuk memperingati Hari Anak di Indonesia, bersamaan dengan rangkaian peringatan Hari Anak Internasional pada 1 Juni.
Presiden Sukarno sering menghadiri peringatan tersebut meskipun kemudian diubah lagi tanggalnya menjadi 6 Juni. Tanggal peringatan mengalami perubahan karena bertepatan dengan hari lahir Bung Karno (1 Juni 1901) dan perayaan Hari Anak Internasional.
Persoalan timbul lagi setelah runtuhnya Orde Lama dan usainya kekuasaan Sukarno. Orde Baru di bawah pimpinan Soeharto berusaha menghapus semua kebijakan yang lekat dengan rezim sebelumnya, termasuk mengenai peringatan Hari Kanak-Kanak Indonesia yang memang bertepatan dengan hari lahir Sukarno.
Dalam prosesnya, tanggal peringatan hari anak di Indonesia sempat beberapa kali mengalami perubahan. Hingga akhirnya, Soeharto mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) No. 44/1984 yang memutuskan bahwa Hari Anak Nasional diperingati setiap tanggal 23 Juli.
Mengapa Hari Anak Nasional tanggal 23 Juli? Pemilihan tanggal selaras dengan pengesahan Undang-Undang tentang Kesejahteraan Anak pada 23 Juli 1979. Peringatan HAN dari tingkat pusat hingga daerah untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara yang ramah anak Indonesia pun masih berlaku hingga sekarang.
Sejarah Hari Anak Sedunia dan Internasional
Hari Anak Internasional tanggal berapa? Sejak tahun 1950, banyak negara menyepakati bahwa tanggal 1 Juni adalah The International Day for Protection of Children (Hari Internasional untuk Perlindungan Anak-anak).
Sejarahnya berawal dari Kongres Federasi Demokrasi Internasional Wanita di Moskow pada 4 November 1949 silam. Hari Anak Internasional yang berlaku di seluruh dunia bertujuan untuk menghormati anak-anak dan meningkatkan kesadaran pada hak-hak anak.
Adapun Hari Anak Internasional dirayakan pada tanggal 1 Juni terutama di negara-negara seperti Rusia, Yugoslavia, serta beberapa negara Eropa, Afrika, Asia dan Amerika Latin lainnya.
Masyarakat dunia kerap menyemarakkan peringatan Hari Anak Internasional dengan berbagai kegiatan. Di antaranya seperti kontes, pertunjukan, liburan bersama anak, dan kegiatan lain untuk menghibur anak.
Di beberapa negara, seperti di Cape Verde, Laos dan Mongolia, Hari Anak Internasional dirayakan sebagai hari libur. Namun di Cape Verde hari ini disebut sebagai Hari Pemuda, sementara di Mongolia dikenal sebagai Hari Ibu dan Anak.
Hari Anak Sedunia tanggal berapa? Peringatan Hari Anak Sedunia pertama kali muncul sebagai Hari Anak Universal pada 1954 silam. Setiap tanggal 20 November, Hari Anak Sedunia bertujuan untuk mengampanyekan kesadaran di antara anak-anak di seluruh dunia dan meningkatkan kesejahteraan anak.
Pada tanggal 20 November tahun 1959 Majelis Umum PBB membuat Deklarasi Hak-Hak Anak. Setelah tiga puluh tahun, tepatnya pada tanggal 20 November tahun 1989, Majelis Umum PBB mendeklarasikan Konvensi Hak-Hak Anak.
Tahun berikutnya, 1990, Hari Anak Sedunia menjadi peringatan bagi Majelis Umum PBB saat mengadopsi Deklarasi dan Konvensi tentang hak-hak anak.
Melansir laman PBB, para ibu, ayah, guru, perawat, dokter, pemimpin pemerintahan, aktivis, tokoh agama, masyarakat sipil, korporat, media massa, kaum muda, dan anak-anak sendiri dapat memainkan peran penting serta menjadikan Hari Anak Sedunia sebagai momen untuk mewujudkan kesejahteraan anak.
Hari Anak Sedunia menawarkan kepada masing-masing orang untuk menginspirasi, mengadvokasi, mempromosikan, dan merayakan hak-hak anak. PBB juga berharap masyarakat mengimplementasikan hak-hak anak ke dalam dialog dan tindakan yang membangun dunia lebih baik untuk anak-anak.
Dalam konvensi ini, PBB berjanji kepada anak-anak di seluruh dunia. Khususnya untuk mengakui keunikan anak-anak, memberi mereka makanan, perawatan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan.
Perbedaan Hari Anak Nasional, Sedunia dan Internasional
Apa perbedaan Hari Anak Nasional dan Hari Anak Sedunia? Masyarakat dapat melihat perbedaan pertama dari tanggal peringatan, yakni Hari Anak Nasional pada 23 Juli, Hari Anak Internasional pada 1 Juni, dan Hari Anak Sedunia pada 20 November setiap tahunnya.
Adapun penetapan tanggal peringatan itu memiliki hubungan langsung dengan latar belakangnya. Sebut Hari Anak Nasional, penetapannya di Indonesia menggunakan dasar berupa hari pengesahan UU tentang Kesejahteraan Anak pada 23 Juli 1979.
Hari Anak Internasional setiap tanggal 1 Juni di lingkup dunia menggunakan landasan hasil Kongres Federasi Demokrasi Internasional Wanita di Moskow pada 1949 silam. Sementara Hari Anak Sedunia setiap tanggal 20 November menyesuaikan dengan kemunculan Hari Anak Universal.
Ingin memantau lebih banyak informasi yang berkaitan dengan Hari Anak Nasional? Pastikan untuk membaca artikel lain yang membahas tentang Hari Anak Nasional di laman berikut.
Editor: Yantina Debora
Penyelaras: Yulaika Ramadhani & Yuda Prinada
Masuk tirto.id





































