tirto.id - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli mengatakan, dengan membludaknya minat lulusan baru (fresh graduate) terhadap Program Magang Nasional, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah memulai proses Program Magang Nasional Batch III pada Selasa (25/11/2025). L
Dengan begitu, ia berharap Program Magang Nasional Batch III bisa dimulai pada 15 Desember 2025. Sekaligus ini saya laporkan ke Pak Menko (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto), bahwa hari kemarin kita sudah membuka batch III (Program Magang Nasional),” ujar dia, dalam Peluncuran Program Magang Nasional Batch II, di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta Selatan, Rabu (26/11/2025).
Sama seperti batch-batch sebelumnya, proses dibuka dengan jadwal pendaftaran lowongan dari perusahaan, instansi pemerintah, serta lembaga. Menurut Yassierli, proses ini akan berlangsung sampai pertengahan pekan depan.
Kemudian, tahapan berlanjut pada pemilihan bidang magang oleh calon peserta, untuk selanjutnya dilakukan seleksi.
“Dengan jadwal mulai dari pendaftaran lowongan dari perusahaan, instansi pemerintah, lembaga, sampai pertengahan minggu depan. Kemudian, selanjutnya tahapannya adalah para calon peserta magang memilih, dan sesudah itu seleksi dan InsyaAllah batch III kita harapkan bisa mulai tanggal 15 Desember 2025,” jelas Yassierli.
Selain karena besarnya minat para lulusan baru, pembukaan Magang Nasional Batch III juga didasarkan pada masih adanya kuota, dari 100 ribu yang ditetapkan pemerintah. Berdasarkan data Kemnaker, pada Batch I peserta magang yang diterima ada sebanyak 15 ribu peserta dan meningkat menjadi 62 ribu peserta pada Batch II.
“Kita Alhamdulillah sudah menetapkan lebih kurang 62 ribu peserta magang Batch II dan ditambah dengan Batch I kemarin sekitar hampir 15 ribu. Artinya, untuk target 100 ribu (peserta magang) kita masih ada kuota,” sambungnya.
Sejalan dengan pembukaan Program Magang Nasional Batch III ini, Yassierli memastikan bahwa anggaran yang dibutuhkan sudah tersedia. Sebab, pada dasarnya pembukaan batch anyar ini hanya untuk menghabiskan kuota yang telah ditetapkan sebelumnya. Artinya, anggaran yang digunakan juga berasal dari kantong yang sama, seperti pelaksanaan Batch I dan II.
“Anggarannya sudah disiapkan untuk 100 ribu peserta dalam satu tahun. Makanya, hasil dari batch II ini kita baru 62 ribu orang, berarti kan kita masih ada kuota yang kosong, kita bahas, kita rapatkan ternyata arahannya dan aspirasi kita lanjutkan ke batch ke III, maka kita lanjutkan ke batch III,” tutup Yassierli.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































