tirto.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, ingin memperluas alokasi rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), terutama bagi pejuang Keluarga Berencana (KB) hingga petani. Penyaluran rumah subsidi itu, nantinya akan dilakukan melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan Kredit Pemilikan Rumah (KPR FLPP).
“Kami segera akan alokasikan buat petani, buat pejuang-pejuang KB. Kemudian, buat juga nelayan. Jadi, nggak ada waktu berhenti bekerja keras. Jadi, luar biasa Bapak Prabowo mengajarkan kami kerja terarah,” ujarnya Perumahan Gran Harmoni Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (6/5/2025).
Untuk merealisasikan rencana tersebut, pria yang akrab disapa Ara itu akan menjadwalkan pertemuan dengan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Mendukbangga/BKKBN), Wihaji, dan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono.
“Saya sudah jadwal hari Jumat nanti dengan Menteri yang mengurusi KB, sahabat saya. Abis itu minggu depan dengan Menteri Kelautan. Kami segera akan alokasikan buat petani, buat pejuang-pejuang KB, dan nelayan,” katanya.
Ara mengatakan, pemerintah telah menetapkan kuota rumah subsidi melalui skema FLPP sebanyak 350 ribu unit di 2025, dari yang sebelumnya hanya 220 ribu unit yang dialokasikan. Angka ini merupakan rekor tertinggi dalam program rumah subsidi.
“Kami ada alokasi 350 ribu yang sudah ada uangnya. Ini belum ada setahun loh,” kata pria yang akrab disapa Ara itu.
Sebelumnya Menteri Ara bersama Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid menyerahkan 100 kunci rumah subsidi secara simbolis untuk wartawan di Perumahan Gran Harmoni Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (6/5/2025).
“Saya sudah lihat dari ukurannya kalau mau ngeliat ya ini temboknya Double dinding dan tingginya ini 3 meter. Tadi saya buka bahannya (plafonnya) aluminium. Kemudian juga nanti airnya dari PAM. Kemudian Ini tingginya 3 meter, ada meja dapur di kasih,” ujar Ara saat melakukan tinjauan.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id





































