tirto.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid menyerahkan 100 kunci rumah subsidi secara simbolis untuk wartawan di Perumahan Gran Harmoni Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (6/5/2025).
Perumahan tersebut terletak sekitar 10 menit dari Pintu Keluar Gerbang Tol Gabus dan dapat ditempuh dalam 25 menit dari Stasiun Cibitung. Jalan-jalan dalam kawasan perumahan tampak mulus berlapis aspal, meskipun relatif sempit dan sepi. Lalu lintas kendaraan umum pun masih jarang melintasi area ini.
Meski lebarnya terbatas, jalan perumahan tersebut masih cukup untuk dilalui dua mobil secara bersamaan. Di sisi kanan dan kiri jalan, hamparan sawah kecil mendominasi pemandangan, menciptakan kesan terbuka sekaligus menghadirkan udara yang terasa panas di siang hari.
Acara serah terima 100 kunci rumah subsidi tersebut juga turut dihadiri oleh Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho, serta perwakilan dari Bank Tabungan Negara (BTN).
Maruarar Sirait tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB, dan langsung meninjau deretan rumah subsidi yang telah dibangun. Unit-unit rumah yang diserahkan memiliki luas bangunan 28 meter persegi dengan harga Rp185 juta per unit. Masing masing rumah memiliki luas tanah 60 meter persegi dan cicilan bulanan sekitar Rp1 juta.
“Saya sudah lihat dari ukurannya kalau mau melihat, ya, ini temboknya double dinding dan tingginya ini 3 meter. Tadi saya buka bahannya (plafonnya) aluminium. Kemudian juga nanti airnya dari PAM. Kemudian Ini tingginya 3 meter, ada meja Dapur Meja dapur di kasih,” ujarnya saat melakukan tinjauan.
Kemudian, dia juga mengatakan pemerintah memberikan fasilitas tambahan, seperti pos keamanan, ruang bermain anak, serta rencana pembangunan tempat ibadah. “Jadi ini saya kasih nilai 8 dengan pertimbangannitu. Internet juga sudah siap Nah internet juga ada, saya pikir bagus sekali,” kata pria yang akarab disapa Ara tersebut.
Ara pun juga meminta para pengembang untuk bekerja dengan baik. Dalam hal ini membangun rumah subsidi dengan benar lantaran mengingat tak semua pengembang bertanggung jawab.
Dengan begitu, dia pun berharap wartawan di berbagai daerah yang mendapatkan rumah subsidi dapat berperan dalam memberitakan kondisi lingkungan perumahan, termasuk kualitas infrastruktur seperti jalan dan air.
“Saya berharap justru, nanti di seluruh Indonesia wartawan, di ribuan perumahan, mereka akan menyuarakan apa yang terjadi di situ. Karena pengembangnya terus terang, tidak semua bertanggung jawab dan bagus,” katanya.
Ara pun kembali menegaskan bahwa penyerahan rumah subsidi untuk wartawan ini bukanlah bentuk pembungkaman media. “Tapi saya minta tugasnya satu, walaupun diberikan rumah subsidi, ini bukan penyogokan. Ini bukan penyogokan. Tetapi tolong beritakan yang benar, bukan yang enak didengar,” ucapnya.
Ara menekankan bahwa program rumah subsidi ini akan bermanfaat untuk para pekerja media. Bahkan, dia pun mengaku akan menyanggupi apabila diminta untuk menambah kuota rumah subsidi bagi wartawan. “Jangan nanti wartawan, Bu, hari ini, tadi bilang seribu, tambah seribu, dua ribu. Kalau sanggup saya naikkan jadi tiga ribu buat wartawan,” ujar Ara.
Sementara itu, Meutya Hafid mengapresiasi langkah Kementerian PKP dalam mewujudkan program ini. Hal ini lantaran program serupa seperti ini terakhir kali diterima wartawan ialah pada tahun 2012.
“Dari kami Terima kasih sekali pak Menteri Perumahan Kita itu Kalau untuk wartawan. Kayaknya udah puluhan tahun lalu terakhir ada di 2012. Namun banyak catatan yang perlu diperbaiki,” ujar Meutya.
Meutya Hafid juga menyambut baik rencana Ara untuk menambah kuota rumah subsidi bagi wartawan. “Dari jatah seribu rumah bersubsidi untuk wartawan, hari ini dinaikkan menjadi dua ribu unit. Mudah-mudahan sebulan atau dua bulan lagi saya bertemu beliau, siapa tahu bisa naik lagi, nanti kita lihat,” ujar Meutya.
Sementara itu, Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menyampaikan bahwa hingga saat ini tercatat sudah ada 124 wartawan yang mendaftar untuk membeli rumah subsidi.
“Yang serah terima simbolis hari ini ada lima orang, yang mendaftar ada 124,” ujarnya.
Heru menjelaskan bahwa dalam agenda serah terima kunci kali ini terdapat 78 pekerja industri media di Bekasi, serta masing-masing 10 pekerja dari lima kota lainnya, yakni Palembang, Makassar, Yogyakarta, Medan, dan Manado.
“Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 133 debitur dari kalangan awak media dan wartawan yang masih dalam proses. Serah terima kunci secara simbolis dilakukan untuk lima orang. Di sini ada 78, kemudian masing-masing 10 di lima lokasi lainnya: Medan, Palembang, Makassar, Manado, dan Yogyakarta,” jelas Heru.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































