tirto.id - Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia tercatat sebagai powerhouse digital ASEAN. Artinya, Indonesia memiliki kekuatan besar dan berpengaruh dalam dunia digital, baik melalui teknologi, data, strategi, maupun keahlian.
Gelar ini disandang Indonesia bukan tanpa sebab. Berdasarkan data Otoritas Pusat Data Internasional atau International Data Center Authority (IDCA), Indonesia menyumbang sekitar 40 persen dari nilai ekonomi digitak di kawasan ASEAN.
“Secara global kita mengkonfirmasi dunia yang terus bergerak dalam percepatan ekonomi digital. Kalau mengacu pada laporan dari data center authority, IDCA, menunjukkan bahwa ekonomi digital telah berkontribusi bahkan lebih dari 15 persen terhadap PDB global di tahun lalu, 2024 dan tidak kalah, Indonesia kini tercatat menjadi powerhouse digital ASEAN,” ujar Hasan, dalam penutupan gelaran FEKDI-IFSE 2025, di JCC, Jakarta Pusat, Sabtu (1/11/2025).
Dengan pertumbuhan pesat ini, nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan dapat menyentuh angka 220-360 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp3.659-Rp5.988 triliun (asumsi kurs Rp16.636 per dolar AS) lima tahun lagi. Pada saat yang sama, nilai ekonomi digital di ASEAN secara keseluruhan dinilai akan mencapai 2 triliun dolar AS.
“Tentu penyelenggaraan FEKDI-IFSE ini akan terus menjadi warna, menunjukkan komitmen Indonesia dalam ASEAN Digital Economy Framework Agreement. Untuk dapat bersama membangun ekonomi digital ASEAN yang bahkan angkanya di tahun 2030 diproyeksikan akan berada di angka 2 triliun dolar AS,” kata Hasan.
Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menargetkan kontribusi ekonomi digital Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) bisa mencapai 15,5-19,6 persen pada tahun 2045. Target tersebut melonjak signifikan dari kontribusi ekonomi digital saat ini yang masih berada di kisaran 4-5 persen terhadap PDB.
"Indonesia menargetkan konsumsi keuangan digital dapat peningkatan 9 kali lipat atau antara 15,5-19,6 persen (terhadap PDB) pada tahun 2045," ujar Airlangga dalam acara Festival Ekonomi dan Keuangan Digital (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (30/10/2025).
Menurutnya, berbagai langkah strategis akan dilakukan untuk mencapai target tersebut, salah satunya dengan menerbitkan Buku Putih Strategi Nasional Ekonomi Digital. Nantinya, Buku Putih itu akan menjadi pedoman pengembangan digital agar ke depan dapat kian terarah dan berkelanjutan.
"Ekonomi digital adalah masa depan Indonesia. Dengan kebijakan yang tepat dan strategi yang terencana, Indonesia bisa menjadi pemimpin di kawasan ini, memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, dan meningkatkan daya saing global," ucap Airlangga.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Alfons Yoshio Hartanto
Masuk tirto.id



































