Menuju konten utama

Ekonomi Digital RI Diproyeksi Capai USD109 Miliar di 2025

Sayangnya di balik peluang yang menggiurkan, Indonesia juga menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks dan membahayakan.

Ekonomi Digital RI Diproyeksi Capai USD109 Miliar di 2025
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan sambutan saat acara BSI Global Islamic Finance Summit (GIFS) 2025 di Jakarta, Selasa (29/4/2025). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/foc.

tirto.id - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kartika Wirjoatmodjo, memproyeksikan nilai ekonomi digital Indonesia mencapai 109 miliar dolar AS pada tahun 2025. Potensi pertumbuhan sektor ini menjadi daya tarik utama bagi investor, pelaku industri, hingga pembuat kebijakan.

"Indonesia adalah salah satu komunitas digital terbesar di dunia dengan nilai ekonomi digital yang diproyeksikan mencapai 109 miliar dolar AS pada 2025," ujar Tiko sapaan akrabnya, dalam keteranganna, Jumat (12/9/2025).

Namun, kata Tiko, sayangnya di balik peluang yang menggiurkan, Indonesia juga menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks dan membahayakan. Ini ditandai dengan banyaknya serangan siber di Tanah Air.

"Kita harus lebih siap menghadapi tantangan ini bersama-sama,” ujar Kartika.

Sementara itu, Direktur Utama PERURI, Dwina Septiani Wijaya, menegaskan bahwa pihaknya komitmen memperkuat kontribusi dalam membangun ekosistem teknologi dan keamanan digital di Indonesia.

"Di era disrupsi yang penuh risiko, kolaborasi lintas sektor memang menjadi kunci agar kedaulatan digital Indonesia tetap terjaga," imbuh dia.

Direktur Digital Business PERURI, Farah Fitria Rahmayanti menambahkan pentingnya peran regulator dalam menetapkan standar tata kelola dan etika penggunaan teknologi. Ia mengingatkan teknologi selalu punya dua sisi, ancaman sekaligus peluang.

“Regulator perlu menetapkan standar-standar bagaimana governance dan etika bisa dilaksanakan,” ucapnya.

Baca juga artikel terkait EKONOMI DIGITAL INDONESIA atau tulisan lainnya dari Dwi Aditya Putra

tirto.id - Insider
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Hendra Friana