tirto.id - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kartika Wirjoatmodjo, memproyeksikan nilai ekonomi digital Indonesia mencapai 109 miliar dolar AS pada tahun 2025. Potensi pertumbuhan sektor ini menjadi daya tarik utama bagi investor, pelaku industri, hingga pembuat kebijakan.
"Indonesia adalah salah satu komunitas digital terbesar di dunia dengan nilai ekonomi digital yang diproyeksikan mencapai 109 miliar dolar AS pada 2025," ujar Tiko sapaan akrabnya, dalam keteranganna, Jumat (12/9/2025).
Namun, kata Tiko, sayangnya di balik peluang yang menggiurkan, Indonesia juga menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks dan membahayakan. Ini ditandai dengan banyaknya serangan siber di Tanah Air.
"Kita harus lebih siap menghadapi tantangan ini bersama-sama,” ujar Kartika.
Sementara itu, Direktur Utama PERURI, Dwina Septiani Wijaya, menegaskan bahwa pihaknya komitmen memperkuat kontribusi dalam membangun ekosistem teknologi dan keamanan digital di Indonesia.
"Di era disrupsi yang penuh risiko, kolaborasi lintas sektor memang menjadi kunci agar kedaulatan digital Indonesia tetap terjaga," imbuh dia.
Direktur Digital Business PERURI, Farah Fitria Rahmayanti menambahkan pentingnya peran regulator dalam menetapkan standar tata kelola dan etika penggunaan teknologi. Ia mengingatkan teknologi selalu punya dua sisi, ancaman sekaligus peluang.
“Regulator perlu menetapkan standar-standar bagaimana governance dan etika bisa dilaksanakan,” ucapnya.
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































