tirto.id - Sampai saat ini, jadwal Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk bertemu dan menandatangani dokumen perundingan perdagangan resiprokal(Agreements on Reciprocal Trade/ ART) belum bisa dipastikan.
Sebab, Indonesia masih harus menunggu jadwal dari Perwakilan Dagang AS atau United States Trade Representative (USTR).
"Oh belum. Belum ada lagi (pertemuan Presiden dengan Trump). Masih menunggu jadwal dari sana. Yang untuk tanda tangan itu kan? Belum (ada jadwal)," kata Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, kepada awak media, di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2026).
Meski begitu, Sugiono mengatakan ada kemungkinan kedua pimpinan negara tersebut akan bertemu di Gedung Putih, Washington D.C atau di kediaman utama Trump di Mar-a-Lago di Palm Beach, Florida.
"Di DC lah, di Amerika. Enggak tahu nanti di DC apa di Mar-a-Lago," katanya.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, mengungkapkan jadwal pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Amerika Serikat (AS) untuk menandatangani dokumen final kesepakatan tarif sedang dibahas oleh Kementerian Luar Negeri dengan USTR. Sehingga, setelah diputuskan nanti, jadwal tersebut akan segera diumumkan oleh Sugiono.
"Sedang dibahas oleh Kementerian Luar Negeri. Nanti Pak Menlu yang akan menyampaikan. Tentunya sudah ada perbincangan dan beberapa kali bertemu, itu nanti akan diputuskan,” kata dia, kepada awak media, di ruang media Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).
Sebelumnya, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menjelaskan, seluruh proses negosiasi dengan Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (United States Trade Representative/USTR) telah rampung.
Sementara saat ini, proses telah berlanjut pada legal drafting dokumen ART. Pada saat yang sama, jadwal Prabowo dan Trump untuk bertemu menandatangi dokumen ART sedang disiapkan.
“Negosiasi dengan Amerika seluruh pembicaraan sebetulnya sudah selesai. Tinggal fine tuning di legal drafting. Dan berikutnya tinggal menunggu jadwal yang akan ditentukan, jadwal bersama antara Bapak Presiden dan Presiden Trump,” kata dia, di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, kemarin.
Airlangga mengakui, jadwal penandatanganan dokumen ART mundur dari target sebelumnya, yakni pada pekan kedua Januari. Kata dia, hal ini terjadi karena adanya dinamika di dunia, di mana sebelumnya Indonesia sempat menghadiri pertemuan dengan para pemimpin dunia untuk menandatangani perjanjian keanggotaan Dewan Perdamaian untuk Gaza (Board of Peace/BoP).
“Ya karena ini kan kemarin dinamika, kemarin ada penandatanganan Board of Peace dan sebagainya. Ini kan menggeser berbagai kegiatan. Tetapi kan kita lihat saja Board of Peace Pak Presiden juga tanda tangan,” jelas dia.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id



































