tirto.id - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut delegasi Indonesia sudah bertolak ke Amerika Serikat untuk merampungkan pembahasan dokumen final kesepakatan tarif resiprokal (Agreement on Reciprocal Tariff/ART). Dalam negosiasi tersebut, RI kembali menyampaikan pemberian akses mineral kritis, terutama tembaga (copper) kepada Gedung Putih.
Meski begitu, akses kepada komoditas tembaga ini sudah diberikan, khususnya kepada PT Freeport Indonesia (PTFI) sejak 1967.
“Ya, kan akses ke mineral kritis sudah kita berikan, dan yang paling krusial copper karena tidak ada elektrik [dan] pesawat angkasa tanpa copper," ungkap Airlangga, kepada awak media, di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (9/1/2026).
Namun, hasil dari negosiasi ini baru bisa terlihat di pekan depan, dalam proses finalisasi dan penyelarasan akhir teks perjanjian internasional atau legal scrubbing dokumen ART. Setelah proses legal scrubbing rampung, tim negosiasi bersama Kedutaan Besar Indonesia untuk AS dapat mengatur jadwal kapan Presiden Prabowo Subianto dapat terbang ke Negeri Paman Sam untuk menandatangani dokumen ART bersama Presiden Donald Trump.
"Delegasi, kan, sedang berangkat, nanti kita lihat minggu depan progres legal scrubbing seperti apa. Kalau legal scrubbing-nya selesai, baru kita atur jadwal presiden untuk ke Amerika," kata Airlangga.
Sementara itu, sebelumnya ia mengakui bahwa Penyelesaian proses legal drafting masih tentative, antara 12-19 Januari 2026. Namun, dia memastikan Indonesia dan AS sudah menyepakati seluruh isu substansi yang telah diatur dalam dokumen ART.
Dengan perkembangan ini, proses kesepakatan dagang dapat dilanjutkan menuju legal drafting pada pekan kedua Januari 2026 dan proses teknis selanjutnya, untuk kemudian dapat ditandatangani oleh kedua pimpinan negara sebelum Januari 2026 berakhir.
"Tadi juga telah disepakati terkait dengan framework timetable dari substansi perjanjian ART, di mana pada minggu kedua bulan Januari 2026, tim teknis Indonesia dan Amerika Serikat akan melanjutkan kembali pertemuan teknis untuk legal drafting, serta clean up dokumen yang terkait ditargetkan selesai dalam satu minggu," ungkapnya, dalam konferensi pers secara daring, Selasa (23/12/2025).
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id



































