Menuju konten utama

CSIS Wanti-wanti Risiko Jangka Panjang Kesepakatan Tarif RI-AS

Konsekuensi negatif perjanjian dengan AS dapat berasal dari hubungan antara Indonesia dengan negara-negara mitra dagang lainnya.

CSIS Wanti-wanti Risiko Jangka Panjang Kesepakatan Tarif RI-AS
Peneliti Senior Departemen Ekonomi CSIS Deni Friawan. Doc: Tangkapan Layar YouTube CSIS Indonesia
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Center for Strategic and International Studies (CSIS) memperingatkan pemerintah terkait risiko jangka panjang di balik kesepakatan tarif resiprokal antara Indonesia dengan Amerika Serikat (AS).

Peneliti Senior Departemen Ekonomi CSIS Deni Friawan mengatakan, konsekuensi negatif tersebut dapat berasal dari hubungan antara Indonesia dengan negara-negara mitra dagang lainnya. Pasalnya, pemberian akses pasar Indonesia ke AS dapat dinilai sebagai perlakuan tak setara oleh negara lain.

"Yang pertama adalah bahwa perjanjian antara Indonesia dan Amerika itu sudah locked-in. Jadi memang posisi kita itu memang tidak menguntungkan," ujar Deni dalam Outlook 2026: Ancaman dan Risiko Instabilitas Ekonomi, Sosial dan Politik, dikutip dari akun YouTube CSIS, Rabu (7/1/2026).

Di sisi lain, posisi tawar Indonesia juga jauh lebih lemah dibandingkan dengan negara-negara lain seperti Malaysia, Vietnam, maupun Thailand yang sudah menyepakati perjanjian tarif dengan AS.

"Pada akhirnya, mau nggak mau dengan kondisi seperti itu, dan kapasitas lokal kita yang terbatas, negosiasi dan daya tawar yang terbatas, mau nggak mau mungkin sebagian besar keputusan hasil dari perundingan itu akan merugikan kita. Atau ini asimetrik, gitu," lanjut Deni.

Dengan kondisi ini, Indonesia dapat dikatakan akan lebih banyak memberi ketimbang menerima keuntungan dalam kesepakatan. "Di saat yang sama, ini kan ada geopolitik antara Cina dan Amerika gitu. Kalau kita menyetujui apa yang diminta oleh Amerika, artinya kan itu juga akan 'merugikan Cina'. Nah, disinilah bagaimana kita harus bisa menafigasi atau membalance dua pengaruh ini," jelas Deni.

Baca juga artikel terkait TARIF TRUMP atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana